Selasa, 29 Oktober 2019

Situs Buni, peninggalan sejarah Betawi

Nama Betawi berasal dari tanaman Betawi Akasia. Tanaman ini tumbuh banyak di daerah Bekasi, terutama di Kampung Taruma Jaya. Selain itu, tanaman ini juga tumbuh di daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dengan nama Bekawi. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 4 meter. Daunnya disebut ketepeng. Daun Ketepeng efektif untuk pengobatan penyakit kulit. Selain itu, penggunaan pohon Betawi adalah akar umbi yang dapat digunakan sebagai pegangan senjata tajam seperti keris, golok dan pisau.




Perbatasan wilayah budaya Betawi di Barat adalah Sungai Cisadane, di sebelah timur aliran Sungai Citarum dan Cilamaya, di Selatan adalah Cibinong, Cileungsi, sementara di utara ada pulau seribu.
Di Zaman Batu, orang-orang Betawi diketahui telah tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Terbukti dengan penemuan Kapak Batu yang menyebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.














Kebesaran budaya Betawi di situs Batu Jaya Tarumajaya, warisan abad ke-2.
Orang Bekasi memiliki sejarah panjang peradaban di wilayahnya. Para ilmuwan bahkan mencatat Bekasi yang sangat terkenal di masa lalu. Yang kini dapat dilacak di situs BUNI.

Situs Buni terletak di Desa Buni Pasar Mas, Desa Buni Bakti, Distrik Babelan, Kabupaten Bekasi. Di daerah ini, banyak artefak ditemukan atau benda arceologis prasejarah.

Dikatakan, di tempat ini para arkeolog menemukan situs makam prasejarah dari nenek moyang Bekasi sekitar 2.000 tahun lalu. Dalam kerangka manusia ditemukan ada benda-benda prasejarah yang berharga budaya yang tinggi.

Banyak versi juga menyebutkan siapa awal menemukan situs buni sebelum arkeolog tiba dan memulai pelacakan historis di tempat ini sekitar tahun 1960. Salah satu dari mereka adalah Masnah, nenek dari suami Atikah. Menurut Atikah, Masnah pertama kali menemukan salah satu objek yang ternyata merupakan artefak dari situs BUNI pada tahun 1958.

Objek yang ditemukan oleh warga di situs BUNI sangat beragam. Antara lain, roda persegi, manik-manik, perhiasan emas, pot, kendi, batang besi, ke piring arekamedu dari India.

Menurut para peneliti, situs BUNI adalah peninggalan kerajaan pasir Segara yang telah berdiri jauh sebelum Kerajaan Tarumanegara muncul pada abad ke-4. Dikatakan, sebelum Masehi di Tatar Pasudan memiliki 46 kerajaan kuno, salah satunya adalah pasir Segara yang memusatkan pemerintahannya di pantai utara Bekasi.

Ali Anwar, Sejarawan budaya Betawi, bahkan dalam bukunya "Sejarah Kabupaten Bekasi", mengatakan bahwa peradaban Buni adalah cakupan yang sangat luas. Membentang di sepanjang pantai utara Jawa Barat, terutama Bekasi, Jakarta, Tanggerang, Karawang, dan Subang.

Menurut Ali, pemerintah dan rakyat Bekasi pada waktu itu memiliki hubungan komunikasi dengan pusat peradaban lain di daerah sekitarnya. Bahkan hubungan antarpulau dan benua, jadi tidak salah menemukan artefak piring areKamedu dari India. "Tarumanegara adalah puncak dari peradaban Buni yang berlangsung selama ratusan tahun," kata Ali.

Minggu, 06 Oktober 2019

Logo Jurnalis


Deskripsi :
Logo jurnalistik SMKN 9 Jakarta berbentuk bulat hitam, didalamnya ada tulisan melingkar mengelilingi bagian dalam warna hitam, bagian atas bertuliskan JURNALISTIK, sedangkan bagian bawah bertuliskan SMK NEGERI 9 JAKARTA.
Bagian lebih dalam lagi terdiri dari 6 kipas dengan 3 warna merah, kuning dan hijau yang di buat bergantian berputar.
Dibagian pusat lingkaran ada logo SMK  9 Jakarta.

Filosofi :
Logo Jurnalistik SMKN 9 Jakarta ini mengambil inspirasi dari difragma/rana dalam kamera.
Diafragma/rana berfungsi sebagai pengatur ruang ketajaman dari gambar yang akan dihasilkan.
Dari fungsi difragma/rana inilah, diharapkan anggota jurnalis dapat berfikiran tajam dan dapat fokus dalam melihat segala sesuatu.
Warna hitam dan putih dalam lingkaran dan kata JURNALISTIK SMK NEGERI 9 JAKARTA diharapkan agar para anggota dapat melihat segala sesuatu dari dua sisi, hitam dan putih.
Warna merah, kuning dan hijau mewakili warna jurusan yang ada di SMKN 9 JAKARTA (saat itu). Ketiga warna ini memutar dan saling melengkapi satu sama lain, diharapkan agar semua anggota dapat saling bersinergi dan saling melengkapi satu sama lain.
Pada bagian dalam terdapat logo SMKN 9 JAKARTA, hal ini memiliki makna bahwa SMKN 9 JAKARTA lah yang menyatukan kita, ketiga warna mengelilingi dan melindungi SMKN 9 JAKARTA bagaikan jantung yang menjadi pusat kehidupan.
Pemilihan difragma sebagai sumber inspirasi dalam sebuah logo organisasi mungkin banyak yang memilihnya, namun bukan karena plagiatisme, hal ini karena kami memiliki sumber inspirasi yang sama, diharapkan suatu saat nanti, kami dapat bersinergi dengan organisasi lain di luar sana yang memiliki visi, misi dan pandangan yang sama.

Minggu, 29 September 2019

Poster

Poster adalah publikasi media yang terdiri dari penulisan, gambar atau kombinasi antara keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak. Poster biasanya dipasang di area publik yang dinilai secara strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall, dan tempat-tempat ramai lainnya. Informasi pada poster umumnya diundang ke publik.

Menurut Wikipedia, definisi poster adalah karya seni grafis yang dibuat dengan kombinasi huruf dan angka di atas kertas yang ukurannya relatif besar. Poster ini umumnya ditempel pada permukaan yang relatif datar di area publik yang ramai sehingga informasi dan pesan dalam poster dapat disampaikan kepada publik.

Berikut ini adalah fitur umum dari poster:
Desain grafis poster harus memuat komposisi yang terdiri dari huruf dan gambar pada kertas besar atau media kain.
Cara menerapkannya dapat dengan ditempel di dinding, tempat-tempat umum atau permukaan datar lainnya dengan sifat-sifat mengincar perhatian mata sebanyak mungkin.
Poster umumnya dibuat dengan kombinasi warna dan kontras yang kuat.
Poster biasanya menggunakan bahasa pendek, jelas, tidak biasa untuk mudah dipahami.
Pesan yang ingin Anda sampaikan harus disertai dengan gambar.
Poster dapat dibaca dengan santai.
Berikut ini adalah beberapa ulasan tentang persyaratan poster:
Poster wajib menggunakan Bahasa yang mudah dipahami.
Kalimat poster harus pendek, padat, jelas, tetapi terkandung.
Poster harus dikombinasikan dengan bentuk gambar.
Poster harus dapat menarik minat publik.
Media poster harus menggunakan bahan yang tidak mudah rusak atau robek.
Ukuran poster harus disesuaikan dengan tempat dan target pembaca.
Sementara itu, hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat poster adalah:
Gambar dibuat mencolok dan sesuai dengan ide-ide untuk dikomunikasikan.
Kata-kata yang digunakan dalam poster harus efektif, sugestif, dan mudah diingat.

Jenis font harus menjadi tipe yang mudah dibaca dan dengan ukuran besar.

Membuat poster tentu bukan tanpa sebab, tetapi memiliki niat dan tujuannya sendiri. Secara umum tujuan poster dibuat sebagai media publikasi sehingga masyarakat dapat membacanya dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di poster. Tetapi secara khusus tujuan membuat poster tergantung pada apa yang diinginkan para pembuat, dapat untuk tujuan komersial, mencari simpati publik, mencari perhatian publik, dan sebagainya.

Jenis poster berdasarkan isinya: :

1. Poster film


Poster Film adalah poster yang dibuat dengan tujuan untuk mempopulerkan suatu film yang diproduksi dalam industri perfilman.



2. Poster komik




Poster Komik adalah poster yang digunakan untuk mempopulerkan buku-buku komik.



3. Poster niaga


Poster Niaga adalah poster yang dibuat untuk media komunikasi dalam urusan perniagaan untuk menawarkan suatu barang, atau jasa.

4. Poster kegiatan

Poster Kegiatan adalah poster yang berisi menginformasikan suatu kegiatan, seperti kegiatan jalan sehat, senam, dll.

5. Poster layanan masyarakat

Poster Layanan Masyarakat adalah poster untuk pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.

6. Poster afirmasi

Poster Afirmasi adalah poster untuk memotivasi pembacanya

7. Poster propaganda


Poster Propaganda adalah poster yang memilik tujuan untuk mengembalikan semangat pembaca atas perjuangan atau usaha seseorang dalam melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan.

8. Poster kampanye
Poster Kampanye adalah poster yang bertujuan untuk mencari simpati dari masyarakat pada saat dilakukannya pemilihan umum.

9. Poster Pendidikan

Poster edukasi adalah poster yang bertujuan untuk mendidik.

Dalam membuat poster ada 3 teknik, yaitu:
- Teknik manual, yang merupakan teknik untuk membuat poster menggunakan teknik dan gambar lukisan.
- Teknik digital, yaitu teknik membuat poster dengan komputer digital terkomputerisasi atau lainnya.
- Teknologi kolase, yang merupakan teknik untuk membuat poster dengan memotong, menempel dan menggabungkan gambar atau bahan lain untuk membuat gambar baru.

Tips Membuat Poster:
1. Tentukan topik & tujuan
Pertama, Anda harus menentukan apa yang ingin Anda diskusikan dalam poster, apakah akan membahas produk kecantikan, kegiatan sosial, atau film animasi.
Kemudian, tentukan alasan Anda membuat poster. Anda membuatnya untuk promosi? atau hanya sosialisasi. Tentu saja, poster promosi membutuhkan penelitian yang lebih serius dalam hal gambar, kata-kata, dan meletakkan daripada poster sosialisasi program.

2. Buat kalimat pendek dan mensugesti
Poster biasanya dibaca sekilas oleh pengunjung. Sangat sedikit pejalan kaki atau pengendara yang berlama-lama, hanya untuk membaca poster.
Untuk alasan ini, buat kalimat pendek sehingga dapat dibaca hanya dalam beberapa detik. Kemudian, melalui bahasa pendek, pesan yang ditulis oleh poster dapat dibuat dengan baik.
Tapi, jangan biarkan kata-kata ini ambigu dan membuat pembaca bingung. Buat kalimat yang jelas dan sarankan orang untuk membeli atau melakukan sesuatu (terutama ketika Anda membuat poster promosi produk).

3. Gunakan gambar
Gambar adalah bahasa paling menarik. Inilah sebabnya mengapa berbagai poster saat ini menggunakan gambar dengan proporsi yang jauh lebih besar daripada tulisan.
Gambar dengan warna mencolok adalah jenis yang harus Anda gunakan untuk menarik lebih banyak pengunjung.

4. Gunakan media yang tepat
Media (poster tempat untuk menangkap) akan menentukan apakah poster Anda dilihat secara luas atau tidak. Jika Anda melampirkan poster di dinding di pasaran, kemungkinan poster jauh lebih 'terlaris' daripada jika ditempel di dinding desa.

Jumat, 13 September 2019

Melihat cahaya

  


 
Fotografi pada dasarnya adalah proses pembuatan gambar dengan merekam cahaya, tetapi banyak yang mengklaim menguasai fotografi, tetapi tidak sensitif dan tidak tahu cara menggunakan cahaya. Fenomena ini seperti pelukis yang tidak bisa mencampur cat minyak dan menuangkannya ke dalam kanvas ketika ia melukis. Ini tidak dapat dipisahkan karena kemajuan teknologi kamera digital. Kamera hari ini hampir semua mode otomatis atau semi otomatis. Di mana kami membiarkan kamera memutuskan berapa banyak cahaya. Saya tidak menyalahkan penggunaan teknologi yang membuat mengambil foto lebih praktis dan akurat sesuai dengan kenyataan yang ada, tetapi jika Anda ingin foto Anda dapat menginspirasi banyak orang, maka Anda perlu belajar untuk melihat cahaya.
    Tanda-tanda jika Anda dapat melihat cahaya meliputi: Mampu melihat kontras (perbedaan dalam intensitas cahaya dan warna) dan dapat melihat arah cahaya (depan, belakang, ke bawah). Pada pandangan pertama, itu sederhana, tetapi tanpa latihan, sulit untuk menguasai ilmu ini.
    Sekedar saran, cobalah pergi berkeliling dan amati lingkungan Anda dalam hal kontras dan arah cahaya. Coba visualisasi foto yang ingin Anda ambil. Selanjutnya, ambil kamera Anda (bila ada mode manual). Kamera diatur ke mode manual (m) dan ambil foto yang mengevaluasi cahaya yang ada.
    Mengapa menggunakan mode manual? Karena dalam mode ini Anda membuat keputusan berapa banyak dan berapa lama cahaya memasuki sensor kamera. Selanjutnya, ubah foto Anda ke foto hitam putih. Dan dari sana, cobalah mencatat apakah fotonya menarik? Jika foto memiliki kontras rendah, atau arah cahaya yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada, maka kemungkinan Anda belum berhasil menggunakan cahaya dengan benar.


Semoga berhasil.....

Hubungan menggambar dengan Fotografi

    Gambar, pelajaran seni dasar adalah yang paling mendasar, sangat erat terkait dengan fotografi. Bahkan, untuk dapat mengambil materi fotografi, biasanya siswa / i harus terlebih dahulu mengambil materi gambar terlebih dahulu.

    Saat ini, banyak hobi fotografi tidak banyak yang menguasai ilmu menggambar, sangat disayangkan.
Memang, untuk menjadi fotografer yang baik, tidak perlu harus bisa menggambar, tapi, dengan menguasai ilmu ini, maka fotografer yang baik ini akan menjadi fotografer yang hebat.
Mengapa menggambar berkaitan erat dengan fotografi?
Masih ingat dulu ketika duduk di sekolah dasar?
Kami diajari untuk menggambar bentuk sederhana seperti silinder, kubus, kotak, kerucut dan sebagainya.
Kemudian kita diminta untuk mengarsir bagian bayangannya.
Ini pertama kalinya kita belajar dengan arah cahaya.
Kemudian kita dibimbing untuk dapat membuat komposisi gambar bentuk yang seimbang.
Selanjutnya kita belajar perspektif dengan garis horizon dan sudut pandang.
Dasar-dasar menggambar dan dasar fotografi kurang lebih sama yaitu peka terhadap bentuk, cahaya, komposisi, perspektif dan lain-lain.

    Perbedaan utama menggambar dengan fotografi adalah, pelajaran menggambar membutuhkan waktu karena kita harus belajar mengendalikan jari-jari kita dan motorik halus.
Selain itu kita juga harus belajar untuk bersabar dan menyeluruh.
Sementara fotografi seperti menggambar yang hasilnya dapat diperoleh secara instan, terutama setelah era digital sekarang.

    Lalu, masih perlukan belajar menggambar?
Saya pikir untuk fotografer yang ingin menghasilkan karya-karya hebat, juga perlu belajar menggambar.

    Gambar membuat kita lebih sensitif dan memahami tentang bentuk, perspektif, cahaya, komposisi, dan sebagainya..
Hal ini memperkuat dan mengembangkan fondasi fotografi kita.

Fotografi mati suri

    Fotografi secara umum baru dikenal sekitar 150 tahun lalu. Ini kalau kita membicarakan fotografi yang menyangkut teknologi. Namun, kalau kita membicarakan masalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari peran cahaya, sejarah fotografi sangatlah panjang. Dari yang bisa dicatat saja, setidaknya "fotografi" sudah tercatat sebelum Masehi.

    DALAM buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi.
Kemudian, pada abad ke-10 Masehi, seorang Arab bernama Ibn Al-Haitham menemukan fenomena yang sama pada tenda miliknya yang bolong.

    Hanya sebatas itu informasi yang masih bisa kita gali seputar sejarah awal fotografi karena keterbatasan catatan sejarah. Bisa dimaklumi, di masa lalu informasi tertulis adalah sesuatu yang amat jarang.

    Demikianlah, fotografi lalu tercatat dimulai resmi pada abad ke-19 dan lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya.

    Adalah tahun 1839 yang dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.

    Penemu fotografi dengan pelat logam, Louis Jacques Mande Daguerre, sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Tapi, Pemerintah Perancis, dengan dilandasi berbagai pemikiran politik, berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma.
Maka, saat itu manual asli Daguerre lalu menyebar ke seluruh dunia walau diterima dengan setengah hati akibat rumitnya kerja yang harus dilakukan.

    Meskipun tahun 1839 secara resmi dicanangkan sebagai tahun awal fotografi, yaitu fotografi resmi diakui sebagai sebuah teknologi temuan yang baru, sebenarnya foto-foto telah tercipta beberapa tahun sebelumnya.
Sebenarnya, temuan Daguerre bukanlah murni temuannya sendiri. Seorang peneliti Perancis lain, Joseph Nicephore Niepce, pada tahun 1826 sudah menghasilkan sebuah foto yang kemudian dikenal sebagai foto pertama dalam sejarah manusia. Foto yang berjudul View from Window at Gras itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.

    Niepce membuat foto dengan melapisi pelat logam dengan sebuah senyawa buatannya. Pelat logam itu lalu disinari dalam kamera obscura sampai beberapa jam sampai tercipta imaji.
Metode Niepce ini sulit diterima orang karena lama penyinaran dengan kamera obscura bisa sampai tiga hari.

    Pada tahun 1827, Daguerre mendekati Niepce untuk menyempurnakan temuan itu. Dua tahun kemudian, Daguerre dan Niepce resmi bekerja sama mengembangkan temuan yang lalu disebut heliografi. Dalam bahasa Yunani, helios adalah matahari dan graphos adalah menulis.
Karena Niepce meninggal pada tahun 1833, Daguerre kemudian bekerja sendiri sampai enam tahun kemudian hasil kerjanya itu diumumkan ke seluruh dunia.

    FOTOGRAFI kemudian berkembang dengan sangat cepat. Tidak semata heliografi lagi karena cahaya apa pun kemudian bisa dipakai, tidak semata cahaya matahari.
Penemuan cahaya buatan dalam bentuk lampu kilat pun telah menjadi sebuah aliran tersendiri dalam fotografi.

    Cahaya yang dinamai sinar-X kemudian membuat fotografi menjadi berguna dalam bidang kedokteran.
Pada tahun 1901, seorang peneliti bernama Conrad Rontgen menemukan pemanfaatan sinar-X untuk pemotretan tembus pandang. Temuannya ini lalu mendapat Hadiah Nobel dan peralatan yang dipakai kemudian dinamai peralatan rontgen.

    Cahaya buatan manusia dalam bentuk lampu sorot dan juga lampu kilat (blits) kemudian juga menggiring fotografi ke beberapa ranah lain. Pada tahun 1940, Dr Harold Edgerton yang dibantu Gjon Mili menemukan lampu yang bisa menyala-mati berkali-kali dalam hitungan sepersekian detik.
Lampu yang lalu disebut strobo ini berguna untuk mengamati gerakan yang cepat. Foto atlet loncat indah yang sedang bersalto, misalnya, bisa difoto dengan strobo sehingga menghasilkan rangkaian gambar pada sebuah bingkai gambar saja.

    Demikian pula penemuan film inframerah yang membantu berbagai penelitian. Kabut yang tidak tembus oleh cahaya biasa bisa tembus dengan sinar inframerah. Tidaklah heran, fotografi inframerah banyak dipakai untuk pemotretan udara ke daerah-daerah yang banyak tertutup kabut.
Kemajuan Pesat

    KEMAJUAN teknologi memang memacu fotografi secara sangat cepat. Kalau dulu kamera sebesar mesin jahit hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat foto yang sangat tajam dalam ukuran sebesar koran.

    Temuan teknologi makin maju sejalan dengan masuknya fotografi ke dunia jurnalistik. Karena belum bisa membawa foto ke dalam proses cetak, surat kabar mula-mula menyalin foto ke dalam gambar tangan. Dan surat kabar pertama yang memuat gambar sebagai berita adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar berita pertama dalam surat kabar itu adalah sebuah peristiwa kebakaran.

    Kemudian, ditemukanlah proses cetak half tone pada tahun 1880 yang memungkinkan foto dibawa ke dalam surat kabar.

    Foto pertama di surat kabar adalah foto tambang pengeboran minyak Shantytown yang muncul di surat kabar New York Daily Graphic di Amerika Serikat tanggal 4 Maret 1880. Foto itu adalah karya Henry J Newton.

    Banyak cabang kemajuan fotografi yang terjadi, tetapi banyak yang MATI di tengah jalan. Foto Polaroid yang ditemukan Edwin Land, umpamanya, pasti sudah tidak dilirik orang lagi karena kini foto digital juga sudah nyaris langsung jadi.

    Juga temuan seperti format film APSS (tahun 1996) yang langsung MATI SURI karena teknologi digital langsung masuk menggeser semuanya.

Fotografi saat ini

    Perkembangan fotografi saat ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak awal diperkenalkannya pada tahun 1826. Kini para fotografer tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasil gambar yang dia dapat, cukup melihat preview yang ada di memory kamera digital miliknya. Untuk pengoperasionalannya pun tak sesulit fotografi pada awal ditemukannya, kini seorang anak kecil pun sudah bisa menggunakan kamera untuk mengambil gambar. Begitu mudahnya fotografi saat ini menjadikan fotografi terkesan mudah karena sudah dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Selain itu, alat perekam gambar pun kini bisa kita temui dengan mudahnya, mulai dari kamera pocket digital, mp4, serta handphone pun sudah memiliki fasilitas perekam gambar digital.
    Hadirnya era digitalisasi yang terus menembus pelosok kota, bahkan hingga pelosok desa telah mengundang kekaguman semua lapisan masyarakat, terutama karena praktis dan kemudahan dalam pengoperasionalannya sehingga membawa fotografi kedalam ruang lingkup yang lebih luas dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Dari orang tua, dewasa, remaja, hingga anak – anak baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah, semuanya sudah bisa menghasilkan karya fotografi. Pada era digitalisasi seperti sekarang ini, sang fotografer masa kini tidak lagi dipusingkan oleh developer, fixer dan enlarger, mereka tinggal colok ke computer, dan print hasil gambar yang diperolehnya dengan menggunakan printer. Bahkan saat memotret pun, sang fotografer masa kini tidak perlu memikirkan berapa diafragma dan speed yang digunakan karena kemudahan yang diberikan oleh fasilitas automatis kamera yang dimilikinya.

-bersambung-