Minggu, 01 Maret 2026

STORYLINE VIDEO PROGRAM "JARAK AMAN"

STORYLINE VIDEO PROGRAM JARAK AMAN

Judul: JARAK AMAN (Jakarta Barat Ramah Anak, Aman dan Nyaman)
Landasan: Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Client : Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat
Tim Produksi : SMK Pelita 4 Jakarta

SCENE 1 – SEKOLAH YANG TERLIHAT NORMAL (0:00–0:30)
Tone: Sibuk, sedikit tegang, kontras.
Visual: Establishing Shot: Koridor sekolah yang ramai dengan siswa berlarian.
Medium Shot: Teks muncul di pojok layar: "Permendikdasmen 6/2026: Sekolah wajib menciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman."
Close Up: Dito (13th) duduk di lantai lorong. Anak-anak lain berjalan melewatinya sambil memberikan tatapan sinis.
Audio: SFX keriuhan sekolah. Suara ejekan: "Eh, jangan duduk dekat-dekat!".
Dialog (VO Dito): "Kalau aku bicara… siapa yang percaya?"

SCENE 2 – TEKANAN BERULANG (0:30–1:00)
Tone: Terisolasi, sedih.
Visual: Medium Shoot:
Buku Dito dijatuhkan ke lantai oleh seseorang yang lewat (Slow motion).
Dito melihat layar HP: Notifikasi grup chat berisi ejekan.
Dito duduk sendirian di pojok kantin yang luas.
Audio: Musik bernada minor/sedih.
Visual Key: Kamera melakukan Zoom-in perlahan ke sebuah poster di dinding
JARAK AMAN. Scan di sini... Aman. Rahasia. Ditindaklanjuti.

SCENE 3 – TITIK BERANI (1:00–1:20)
Tone: Menegangkan namun penuh tekad.
Visual: Close Up Dito berdiri di depan poster. Tangannya gemetar memegang HP.
Point of View (POV): Layar HP Dito melakukan scan pada barcode di poster.
Motion Graphic: Muncul centang hijau (✔) di layar: Laporan Diterima -> Terhubung ke Tim Kerja -> Terhubung ke Dashboard Sudin.
Audio: SFX notifikasi "Swoosh/Ding".
Dialog (VO): "Kadang keberanian… hanya sejauh satu sentuhan."

SCENE 4 – SISTEM BEKERJA (1:20–1:50)
Tone: Cepat, profesional, sistematis.
Visual: Split Screen atau Fast Cut:
Ruang BK: Monitor berbunyi notifikasi.
Meja Kepala Sekolah: Tablet menunjukkan grafik laporan masuk secara real-time.
Kantor Sudin: Staf memantau dashboard besar "Monitoring JARAK AMAN".
Dialog (Kepsek): "Tim, kita tindaklanjuti sekarang."

SCENE 5 – PENANGANAN SESUAI ATURAN (1:50–2:20)
Tone: Tegas, serius, edukatif.
Visual: Wide shoot Ruang mediasi yang tenang. Guru BK duduk di antara Dito dan pelaku.
Pelaku menunduk lesu.
Audio: * Guru BK: "Permendikdasmen 6/2026 jelas. Tidak ada toleransi untuk perundungan."
Pelaku: "Kami cuma bercanda…"
Guru BK: "Bercanda tidak boleh melukai perasaan."

SCENE 6 – DITO DIDENGARKAN (2:20–2:40)
Tone: Hangat, lega.
Visual: Medium Shoot Guru BK berlutut atau duduk sejajar dengan Dito, memegang bahunya dengan lembut. Dito mengusap air mata (haru).
Audio: * Guru: "Kamu tidak sendirian. Terima kasih sudah berani melapor."
Musik berubah menjadi inspiratif/akustik hangat.

SCENE 7 – SEKOLAH BERUBAH (2:40–3:10)
Tone: Dinamis, positif.
Visual: Montage perubahan sekolah:
Siswa duduk melingkar berdiskusi (empati).
Guru berpatroli dengan senyum di lorong.
Petugas menempelkan barcode JARAK AMAN di tiap pintu kelas.
Dialog (VO Narator): "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan sekadar slogan. Ia dijaga. Ia diawasi. Ia ditindaklanjuti."

SCENE FINAL – PESAN NEGARA HADIR (3:10–3:40)
Tone: Optimis, berwibawa.
Visual: Wide Shoot Dito berjalan tegap di koridor. Teman-teman menyapa dengan normal (High-five).
Dialog (Dito): "Sekarang… aku tidak takut lagi."

SCENE AKHIR – STATEMENT KASUDIN
Tone: Konklusif, kuat.
Visual: Kasudin di meja kerja

Visual Alternatif : KaSudin berdiri di tengah halaman sekolah yang asri. Background siswa sedang belajar dengan tenang.

Audio (Narasi Kasudin): "Setiap anak berhak merasa aman di sekolah... Melalui Program JARAK AMAN, kami menghadirkan sistem pelaporan berbasis barcode yang langsung terhubung ke sekolah dan Suku Dinas... Berani Lapor. Pasti Ditindaklanjuti."

PENUTUP VISUAL
Visual: Teks besar di layar: JARAK AMAN. Berani Lapor. Pasti Ditindaklanjuti.
Logo: Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat & Kemendikdasmen, Logo JARAK AMAN
Hashtag: #SekolahAman #JarakAman
Audio (VO Tegas): "Negara hadir. Sekolah bertindak. Anak terlindungi."

Storyline film pendek “PINTU YANG KEMBALI TERBUKA”

Storyline film pendek “PINTU YANG KEMBALI TERBUKA”

Judul: PINTU YANG KEMBALI TERBUKA
Tagline: No Child Left Behind
Durasi: ±8–10 menit
Klien/Instansi: Sudin Pendidikan Wil 1 Kot Adm Jakarta Barat
Tim Produksi : SMKN 9 Jakarta

SCENE 1 – PAGI TANPA SERAGAM
Lokasi: Depan Rumah Raka (Luar Ruangan)
Waktu: Pagi
Shot 1.1: Wide Shot (WS)
Visual: Sekelompok anak berseragam sekolah berjalan melewati depan rumah Raka. Mereka tertawa dan bercanda. Fokus perlahan berpindah ke Raka yang berdiri mematung di teras.
Audio: SFX suara langkah kaki, canda tawa anak-anak.

Shot 1.2: Medium Close Up (MCU)
Visual: Wajah Raka dari samping. Matanya menatap kosong mengikuti arah anak-anak yang pergi. Ekspresinya sendu.
Audio: VO RAKA (pelan, melankolis): "Dulu… aku juga berjalan bersama mereka. Seragam rapi. Buku di tangan."

Shot 1.3: Point of View (POV) & Tilt Up
Visual: Pandangan Raka melihat ke arah jemuran atau paku di dinding. Terdapat seragam sekolah lamanya yang sudah pudar/kusut tergantung.
Audio: VO RAKA: "Sekarang… aku hanya melihat." Musik latar mulai masuk (nada sedih/piano pelan).

SCENE 2 – REALITA
Lokasi: Dalam Rumah Sederhana | Waktu: Siang & Malam
Shot 2.1: Close Up (CU)
Visual: Tangan Ibu sedang menghitung uang receh hasil jualan di atas meja yang usang. Uangnya terlihat sangat sedikit.
Audio: SFX gemerincing uang logam.

Shot 2.2: Over the Shoulder (OTS)
Visual: Dari belakang bahu Raka, melihat Ibu yang menunduk sedih.
Audio: IBU (pelan, menahan sedih): "Raka… uangnya belum cukup, Nak."

Shot 2.3: Medium Shot (MS)
Visual: Raka mendekat, memegang bahu atau tangan Ibu. Raka memaksakan senyum kecil agar ibunya tidak sedih.
Audio: RAKA: "Tidak apa-apa, Bu. Aku bisa bantu Ibu jualan." IBU (menahan air mata): "Ibu ingin kamu sekolah…"

Shot 2.4: Close Up (CU) - Transisi ke Malam Hari
Visual: Pencahayaan redup (lampu teplok/bohlam kecil). Tangan Raka membuka halaman buku pelajaran lama yang sudah lusuh.
Audio: SFX suara jangkrik (malam). VO RAKA: "Kalau aku berhenti bermimpi… apa mimpiku ikut berhenti juga?"

Shot 2.5: Extreme Close Up (ECU)
Visual: Setetes air mata jatuh membasahi halaman buku pelajaran tersebut.
Audio: Senyap sesaat, musik mengalun lirih.

SCENE 3 – HARAPAN DATANG
Lokasi: Teras Rumah Raka | Waktu: Siang
Shot 3.1: Wide Shot (WS)
Visual: Rombongan Kasatlakcam, Pak Lurah, Ketua RT, dan Petugas Pendidikan datang menyusuri gang sempit menuju rumah Raka.
Audio: SFX langkah kaki rombongan.

Shot 3.2: Medium Shot (MS)
Visual: Ibu membuka pintu, terkejut melihat rombongan aparat pemerintah di depan rumahnya.
Audio: RT: "Assalamualaikum, Bu. Kami ada kabar baik." IBU: "Waalaikumsalam… ada apa ya Pak?"

Shot 3.3: Over the Shoulder (OTS) dari Ibu
Visual: Kasatlakcam menjelaskan maksud kedatangan dengan senyum ramah.
Audio: KASATLAKCAM: "Sekarang Sudin Pendidikan Wil 1... ada Program Sekolah Kembali..."

Shot 3.4: Close Up (CU) / Peeping Angle
Visual: Wajah Raka mengintip dari balik tirai atau celah pintu kamar. Matanya membesar, mendengarkan percakapan itu.

SCENE 4 – DIALOG INTI
Lokasi: Ruang Tamu / Teras
Waktu: Siang
Shot 4.1: Medium Shot (MS)
Visual: Petugas melihat ke arah Raka yang masih mengintip. Petugas memberi isyarat agar Raka mendekat. Raka melangkah ragu.
Audio: KASATLAKCAM (lembut): "Kamu Raka?" (Raka mengangguk).

Shot 4.2: High Angle (Kamera melihat Raka ke bawah)
Visual: Menunjukkan Raka merasa inferior/minder. Ia menunduk.
Audio: PETUGAS: "Kamu masih ingin sekolah?" RAKA: "Ingin, Pak… tapi saya sudah tertinggal."

Shot 4.3: Low Angle / Eye Level dengan Raka
Visual: Petugas berlutut/jongkok agar posisi matanya sejajar dengan Raka. Kamera ikut turun (simbol kesetaraan dan kepedulian negara).
Audio: PETUGAS (tegas, hangat): "Dengarkan ya… Negara tidak pernah meninggalkanmu."

Shot 4.4: Close Up (CU)
Visual: Wajah Raka. Matanya mulai berkaca-kaca, ada secercah harapan.
Audio: PETUGAS: "Kami membuka kelas jauh... Supaya tidak ada anak yang tertinggal." Musik perlahan naik (crescendo - membangkitkan semangat).

SCENE 5 – PENDAFTARAN (Montage)
Lokasi: Ruang Tamu
Waktu: Siang
Shot 5.1: Insert Shots (Quick Cuts)
Visual: Tangan petugas menulis di formulir pendaftaran. Ibu mengeluarkan map kusam berisi Kartu Keluarga dan ijazah terakhir Raka.
Audio: Musik instrumen bernada harapan.

Shot 5.2: Medium Close Up (MCU)
Visual: Ibu menangis haru sambil memegang tangan petugas.
Audio: IBU (bergetar): "Terima kasih… terima kasih sudah datang."

Shot 5.3: Close Up (CU)
Visual: Petugas tersenyum hangat.
Audio: PETUGAS: "Ini memang tugas kami, Bu. Pendidikan adalah hak setiap anak."

SCENE 6 – HARI PERTAMA KEMBALI
Lokasi: Kamar/Ruang Tengah
Waktu: Pagi

Shot 6.1: Medium Shot (MS)
Visual: Raka sudah berpakaian rapi (pakaian bebas rapi/seragam baru jika ada). Ibu sedang membetulkan kerah baju Raka.
Audio: SFX kicau burung (suasana pagi ceria).

Shot 6.2: Close Up (CU)
Visual: Ibu menatap Raka dengan mata berkaca-kaca namun penuh kebanggaan.
Audio: IBU: "Bangga sekali Ibu hari ini."

Shot 6.3: Close Up (CU)
Visual: Raka tersenyum lebar, terlihat jauh lebih hidup dari Scene 1.
Audio: RAKA: "Aku tidak akan sia-siakan kesempatan ini, Bu."

SCENE 7 – DEPAN PINTU KELAS
Lokasi: Depan Pintu Kelas Jauh | Waktu: Pagi

Shot 7.1: Medium Wide Shot (MWS)
Visual: Raka berdiri mematung di depan pintu kelas yang tertutup. Ia tampak gugup.
Audio: Sayup-sayup terdengar suara riuh anak-anak di dalam kelas.

Shot 7.2: Insert / Close Up (CU)
Visual: Kaki Raka melangkah mundur setengah langkah (ragu). Tangannya meremas tali tas.

Shot 7.3: Over the Shoulder (OTS)
Visual: Tiba-tiba pintu dibuka dari dalam. Guru berdiri di ambang pintu, tersenyum melihat Raka. Cahaya dari kelas menerangi wajah Raka.
Audio: Suara kelas menjadi jelas. GURU (hangat): "Kamu pasti Raka. Selamat datang di kelas bahagia."

Shot 7.4: Medium Close Up (MCU)
Visual: Guru sedikit menunduk menatap Raka.
Audio: GURU: "Di sini tidak ada yang terlambat. Yang ada hanya anak-anak yang berani bangkit." (Raka tersenyum dan melangkah masuk).

SCENE 8 – DI DALAM KELAS
Lokasi: Dalam Kelas
Waktu: Pagi

Shot 8.1: POV Raka / Tracking Shot
Visual: Kamera bergerak maju (seolah-olah mata Raka) melihat suasana kelas. Anak-anak lain (beragam usia/kondisi) menatap ramah. Raka duduk di bangkunya.

Shot 8.2: Two Shot
Visual: Teman sebangku (Dimas) mengulurkan tangan.
Audio: TEMAN: "Halo, aku Dimas. Kamu?" RAKA: "Raka."

Shot 8.3: Wide Shot (WS)
Visual: Guru di depan kelas, menulis sesuatu di papan tulis.
Audio: SFX kapur/spidol di papan tulis.

Shot 8.4: Insert & Close Up (CU)
Visual: Tulisan di papan: "MASA DEPAN". Cut ke wajah Raka yang menatap papan tulis dengan mata berbinar.
Audio: GURU: "Masa depan bukan tentang masa lalu kita. Tapi tentang keputusan kita hari ini."

SCENE 9 – WAKTU BERLALU (Montage Kemajuan)
Lokasi: Berbagai Lokasi
Waktu: Dinamis
Visual (Quick Cuts / Transisi Cepat):
Raka sedang fokus menulis di bukunya (CU).
Raka berdiri di depan kelas memegang kertas, sedang presentasi (MS).
Ibu melihat selembar kertas nilai, tersenyum bangga (MCU).
Ayah (atau figur orang tua) menepuk bahu Raka saat Raka belajar di rumah malam hari (MS).
Audio: Musik pengiring mencapai tempo yang ceria dan membangkitkan semangat. Tidak ada dialog.

SCENE 10 – PESAN NEGARA HADIR & CLOSING
Lokasi: Jalanan / Ruang Kelas
Waktu: Siang

Shot 10.1: Tracking Shot / Wide Shot
Visual: Raka berjalan masuk ke area sekolah kelas jauh. Langkahnya kini tegap, percaya diri, dan tersenyum lebar. (Sangat kontras dengan Scene 1). Background gerbang sekolah
Audio: VO NARATOR (tegas, resmi, namun menyentuh): "Ketika satu anak berhenti sekolah, kita kehilangan satu masa depan. Melalui Program Sekolah Kembali, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat hadir..."
Visual : KaSudin in frame, background suasana kelas

Shot 10.2: Fade to Black
Visual: Layar perlahan menjadi hitam.
Audio: VO NARATOR: "...Membuka kelas jauh. Membuka harapan. Karena pendidikan adalah hak. Dan… tidak ada satu pun anak yang boleh tertinggal."
Visual : KaSudin in frame, background suasana sekolah, anak2 cium tangan ke KaSudin

Shot 10.3: Typography / Title Card
Visual: Di atas layar hitam, muncul tulisan putih tebal: NO CHILD LEFT BEHIND disusul SEKOLAH KEMBALI 2026.

Shot 10.4: Final Cut (The Hook)
Visual: Cut mendadak kembali ke Raka. Ia berdiri tegak di depan gerbang sekolah (dari adegan montage), menatap langsung ke arah lensa kamera (breaking the 4th wall).
Audio: RAKA (suara lantang dan percaya diri): "Nama saya Raka. Dan saya kembali."
Visual : Drone track out Raka, KaSudin, Kasatlak, ketua RT, Kepala Sekolah, melambaikan tangan ke arah drone

Closing
Visual: Fade out perlahan. Logo Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat dan Logo kembali ke sekolah
Audio: Musik ditutup dengan satu nada instrumen yang megah dan optimis.

Minggu, 26 Oktober 2025

Suatu hari nanti...

Suatu hari nanti...
Dia tidak akan lagi minta ditemani tidur...
Dan di saat itulah saat yang akan kurindukan...
Setiap malam dia bilang...
"Bapak, temenin dede tidur..."
Kadang kujawab...
"Nanti ya, bapak masih kerja..."

Tapi pernah suatu malam saya pulang motret larut malam, dan dia sudah tertidur. Saya duduk disampingnya, menatap wajah kecil itu, dan tiba-tiba dada ini hangat sekaligus perih. Saya sadar, akan datang hari ini, hari dimana dia tak lagi memanggilku begitu. Dan malam-malam sederhana ini yang dulu sering saya abaikan, justru akan jadi kenangan yang paling saya rindukan, karena menemani anak tidur bukanlah kewajiban, tapi itu adalah hadiah kecil dari waktu yang tak akan datang dua kali...

Rabu, 22 Oktober 2025

Kartu Memori dan Flashdisk

Kartu memori (Micro SD) dan flashdisk sudah menjadi bagian penting dalam aktivitas kita sehari-hari. Seperti menyimpan data di smartphone, kamera, laptop, dan lain-lain. Tapi sayangnya, kini kita harus mulai berhati-hati ketika membeli memory card dan flash disk di pasaran.

Banyak penjual nakal yang memanfaatkan situasi ini untuk menjual flashdisk dan kartu memori "non original" alias palsu tapi terlihat kayak asli.

Bahkan saat kita membeli secara online pun, hal itu tidak menutup kemungkinan terjadinya kecurangan dari pihak penjual. Meskipun sebenarnya, peredaran flashdisk dan kartu memori asli dan palsu ini dapat beredar secara online dan offline. Nah berikut ini 6 cara mengetahui flashdisk dan memory card original atau Micro SD asli.

1. Perhatikan tampilan luar dari kemasan produk






Kalo dilihat secara sekilas, mungkin bakal susah untuk menemukan perbedaan antara flashdisk atau memory card original dan palsu. Tapi bila diperhatikan dengan teliti, ada beberapa ciri yang mengindikasikan keasliannya. Kemasan flashdisk dan Micro SD ori dicetak dengan tulisan yang lebih rapi serta mencantumkan merknya.

Sementara yang palsu biasanya hanya ditempeli stiker dan terkadang tidak memiliki merk flashdisk atau MicroSD. Ukuran dari kemasannya sendiri akan terlihat aneh, tidak konsisten, dan bahkan tanpa segel khusus. Kalau kamu menemukan hal-hal tersebut pada kemasan kartu memori, maka sebaiknya kamu sudah mulai curiga akan keaslian dari produk yang kamu beli.

2. Jangan gampang tergiur dengan harga yang sangat murah!


 






Sebagai salah satu cara mengetahui memory card original, harga adalah poin paling mudah untuk dicurigai ketika membeli kartu memori. Soalnya sudah banyak sekali penjual-penjual pihak ketiga yang menawarkan memory card dengan harga terendah. Padahal semakin besar kapasitas penyimpanannya, maka harga kartu memori akan semakin mahal.

Ketentuan tersebut juga berlaku ketika kamu membeli flashdisk. Banyak produk-produk flashdisk yang dijual dengan harga miring namun terkesan meyakinkan karena membawa merk ternama. Maka dari itu, harap untuk tidak mudah tertarik juga dengan potongan harga yang tidak masuk akal di tempat belanja online.

3. Pastikan terdapat nomor seri unik di kartu memori kamu








Cara cek memory card original dapat diketahui dengan adanya nomor seri unik untuk mengidentifikasi kartu. Biasanya akan ada string panjang yang bertuliskan angka atau huruf dan angka. Nah kalo kamu tidak menemukannya, itu sudah bisa menjadi tanda-tanda atas kemungkinan kartu memori yang palsu.

Selain itu, Micro SD ori juga mempunyai label depan dan dicetak dengan kualitas terbaik. Bila memory card ditemukan tidak mempunyai label depan dan posisinya tidak simetris, maka kartu memori dapat berpotensi palsu.

Perhatikan juga apabila label mudah terkelupas. Karena, itu menandakan bahwa label dicetak dengan kualitas rendah. Dengan mengamati tampilan fisik, kamu bisa menemukan ciri-ciri yang membedakan memory card original dan palsu.

4. Cek kapasitas dari produk yang kamu beli (jangan cepat tertarik dengan yang tidak masuk akal juga ya)




Sejak tren belanja online mulai banyak diminati, flashdisk dan memory card yang ada di pasaran mulai bervariasi ukuran kapasitasnya. Namun, kamu perlu waspada kalo menemukan penjual yang menawarkan Micro SD dengan ukuran 2 TB. Selain karena tidak realistis, sejauh ini memory card yang terbesar hanyalah sampai 1 TB saja. Dan itupun, dijual dengan harga yang sangat mahal.

Tidak cuma itu, kalo kamu sudah terlanjur membeli flashdisk dan memory card, pastikan kapasitas yang tertera di kemasan sudah sesuai. Untuk Micro SD, coba kamu tes dengan memasukkannya ke dalam HP.

Kalo kapasitasnya justru lebih kecil dari yang tertulis di kemasan, maka kamu patut curiga terhadap kartu memori tersebut.









5. Cara mengetahui flashdisk dan memory card original paling ampuh: tes kecepatannya!






Flashdisk dan memory card original akan menunjukkan kualitas yang baik ketika kamu mencoba tes kecepatannya. Keaslian dari keduanya dapat semakin diperkuat bila ternyata file tidak dapat disalin dalam waktu yang cepat. Produk yang palsu akan memakan waktu lama dalam membaca file yang dikirimkan ke dalam perangkat.

Untuk melakukan cara cek memory card original, kamu harus memiliki card reader yang cepat. Lalu, coba pindahkan sebuah file berukuran besar sekitar 1-2 GB ke dalam kartu memori. Amatilah rata-rata kecepatan tulis dari kartu memori tersebut. Kalo kamu membeli yang benar-benar original, maka proses pengiriman akan berlangsung cepat dan optimal.

Sementara untuk flashdisk, langsung saja coba gunakan pada laptop atau komputermu. Pindahkan file dengan ukuran besar dan amati berapa lama proses pengirimannya. Jika membutuhkan waktu yang sangat lama, maka kamu sepatutnya curiga.

6. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi untuk mengecek keaslian dari kartu memori







Banyak aplikasi di Google Play atau App Store yang dapat memberikan informasi tentang detail dari memory card. Seperti tanggal pembuatan, model MicroSD, produsen pembuatnya, serta nomor serial. Kartu memori palsu tidak dapat memberikan data yang benar dan akurat tentang detail tersebut. Coba deh download salah satu aplikasi untuk memperkuat keyakinanmu bahwa memory card yang kamu beli adalah original.

Itu tadi 6 cara mengetahui flashdisk dan memory card original yang dapat kamu lakukan. Di samping itu, penjual flashdisk dan memory card yang asli juga akan menawarkan garansi dengan waktu yang cukup lama.

Bila mereka tidak menawarkan garansi sama sekali, maka hal tersebut seharusnya sudah menjadi alarm yang patut kamu waspadai. Selalu ketahui dulu spesifikasi atau keaslian dari flashdisk memory card. Jangan langsung tergiur dengan produk dari merk ternama tapi dijual dengan harga terlalu miring.

Semoga info ini bermanfaat!

Selasa, 21 Oktober 2025

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani

 


"Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutu Wuri Handayani"

Pastel on Canvas
50cm x 60cm
Agustim Saptono Haji
Oktober 2025

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutu Wuri Handayani adalah pedoman Ki Hajar Dewamtara yang menjadi acuan di dunia pendidikan Indonesia, saya mengangkat ini sebagai judul karya bukan mengacu pada fisik karya  ya, melainkan pada proses berkaryanya. Jika mengacu pada karya fisik, karya saya jauh dari kata sempurna, karena ini adalah kali pertama saya berkarya menggunakan kanvas setelah lebih dari 20 tahun saya tidak berkarya menggunakan kanvas. Proses berkaya menjadi acuan judul karya adalah karena kegelisahan saya sebagai seorang pendidik yang melihat KBM dunia pendidikan sekarang sudah bergeser dari Kegiatan Belajar Mengajar menjadi Kegiatan Belajar Memerintah. Hal ini karena guru hanya memberikan perintah tanpa memberikan contoh, beberapa guru memberikan tugas tanpa mencoba terlebih dahulu, apakah tugas ini sulit atau tidak. Jika siswa menemukan kendala, jawaban yang keluar dari guru adalah "cari saja di Google". membebaskan siswa mengakses internet bisa berdampak positif, bisa juga negatif. disinilah guru seharusnya mencoba terlebih dahulu tugas yang akan diberikan, dengan asumsi, jika saya bisa, maka siswa mungkin bisa, jika saya tidak bisa, apalagi siswa?. Jika siswa mendapatkan kendala, guru bisa memberikan solusi. Sehingga saya berasumsi bahwa guru hanya mengacu pada Tut Wuri Handayani, namun melupakan Ing Ngarso Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso. Berkarya bersama siswa, pameran bersama siswa, ikut merasakan kesulitan dan kendala, ikut merasakan tekanan yang sama, lalu berikan contoh bagaimana mencari solusi sehingga memecahkan masalah tersebut.
Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani

Selasa, 07 Oktober 2025

Harvest moon

Hari ini, langit Indonesia diterangi bulan super alias supermoon yang punya nama lain harvest moon. Fenomena ini tentu tidak bisa dilewatkan begitu saja, terlebih jika kamu merupakan seorang pencinta astronomi.

Mengapa puncak transformasi bulan alias fase purnama Oktober 2025 disebut supermoon? Dirujuk dari Science NASA, supermoon terjadi ketika bulan purnama berada di titik terdekat antara Bumi dengan Bulan.

Bukankah jarak antara Bumi dan Bulan selalu konstan? Lintasan Bulan untuk mengorbit Bumi tidaklah berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips. Oleh karena itu, ada titik jauh (apogee) dan titik dekat (perigee) Bulan dengan Bumi.

Nah, ketika purnama terjadi saat Bulan berada di perigee, muncullah sebutan supermoon. Dalam kondisi ini, bulan terlihat 14 persen lebih besar ketimbang biasanya. Cahaya supermoon juga tampak lebih terang.

Supermoon 7 Oktober 2025 mencapai puncak kecerahan pada pukul 10.47 WIB.

Berhubung pukul 10.47 WIB tanggal 7 Oktober 2025 terjadi pagi menuju siang hari di Indonesia, kita dapat coba melihatnya lagi pada malam harinya. Bulan tetap bersinar lebih terang dari pada biasanya.

Setelah 7 Oktober, Supermoon 2025 akan terjadi lagi pada 5 November dan 4 Desember mendatang.

Berdasar keterangan dalam dokumen unggahan BMKG Kalimantan Barat bertajuk 'Fase-Fase Bulan dan Jarak Bumi-Bulan pada Tahun 2025', supermoon tanggal 7 Oktober terjadi pukul 10.47 WIB. Saat itu, jarak Bumi dengan Bulan terpaut 361.458 kilometer.

Waktu terbaik untuk menyaksikannya, seperti dikabarkan oleh Time Magazine, adalah pada malam tanggal 6 Oktober. Tepatnya, pada 6 Oktober 2025, pukul 11.47 PM Eastern Time (ET), supermoon memantulkan cahaya paling terangnya.

Dilansir Savvy Time World Clock, perbedaan waktu ET dan Waktu Indonesia Barat (WIB) adalah 11 jam. Jadi, bila dikonversi, 11.47 PM ET 6 Oktober 2025 jatuh pada pukul 10.47 WIB tanggal 7 Oktober 2025.

Tidak perlu risau, kita masih tetap bisa menyaksikan nyala terangnya pada malam-malam setelah itu. Terkhusus, pada tanggal 8 Oktober 2025, pukul 19.35 WIB. Pada waktu itu, Bulan ada di titik terdekat alias perigee. Jaraknya hanya terpisah sejauh 359.819 kilometer saja.

Kenapa Supermoon 7 Oktober 2025 Disebut Harvest Moon?

Dikutip dari The Old Farmer's Almanac, penamaan harvest moon berkaitan erat dengan ekuinoks (equinox) musim gugur. Oleh karena itu, Bulan yang mendapat julukan harvest moon berubah-ubah tiap tahunnya.

Mudahnya, bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan momentum ekuinoks musim gugur disebut harvest moon. Dengan demikian, harvest moon mungkin terjadi pada rentang September atau Oktober.

Tahun ini, menurut informasi dari Sky at Night Magazine, ekuinoks musim gugur terjadi pada 22 September 2025. Atas acuan itu, maka purnama Oktober 2025 yang berhak meraih julukan harvest moon daripada purnama September tanggal 7 September lalu. Sebab, jarak ekuinoks-nya lebih dekat ke bulan purnama Oktober.

Lantas kenapa disebut harvest moon yang secara harfiah berarti 'bulan panen'? Nah, pada beberapa malam, Bulan muncul di langit malam segera setelah Matahari terbenam. Dengan demikian, pada awal malam, Bulan sudah memberikan sinar terangnya.

Kondisi ini memampukan para petani untuk segera memanen tanaman. Waktu tambahan kemunculan cahaya bulan inilah yang kemudian membantu proses panen sehingga disebut harvest moon.

Ada Berapa Supermoon Setiap Tahun?

Dilihat dari laman Natural History Museum, supermoon bukanlah fenomena langka. Setiap tahun, biasanya ada 3 atau 4 supermoon dari total 12-13 bulan purnama. Seringnya, supermoon terjadi berturut-turut selama 2-5 bulan purnama.

"Saat supermoon, Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Biasanya, ini berlangsung selama 2 hingga 5 bulan purnama sehingga terjadi beberapa supermoon berturut-turut. Setelah itu, Bulan bergerak ke bagian orbitnya yang lebih jauh," jelas Professor Sara Russell, seorang peneliti ilmu planet.

Tahun ini, terdapat total 3 supermoon. Setelah Oktober, fenomena alam yang menakjubkan ini bakal terjadi lagi pada November-Desember mendatang. Berikut jadwal dan jaraknya dari Bumi:

Supermoon November: 5 November 2025 pukul 20.19 WIB. Jarak 356.980 km dari Bumi.

Supermoon Desember: 4 Desember 2025 pukul 06.14 WIB. Jarak 357.219 km dari Bumi.

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai supermoon 7 Oktober 2025 dan waktu terbaik menyaksikannya. Semoga bermanfaat!