Minggu, 01 Maret 2026

STORYLINE VIDEO PROGRAM "JARAK AMAN"

STORYLINE VIDEO PROGRAM JARAK AMAN

Judul: JARAK AMAN (Jakarta Barat Ramah Anak, Aman dan Nyaman)
Landasan: Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Client : Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat
Tim Produksi : SMK Pelita 4 Jakarta

SCENE 1 – SEKOLAH YANG TERLIHAT NORMAL (0:00–0:30)
Tone: Sibuk, sedikit tegang, kontras.
Visual: Establishing Shot: Koridor sekolah yang ramai dengan siswa berlarian.
Medium Shot: Teks muncul di pojok layar: "Permendikdasmen 6/2026: Sekolah wajib menciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman."
Close Up: Dito (13th) duduk di lantai lorong. Anak-anak lain berjalan melewatinya sambil memberikan tatapan sinis.
Audio: SFX keriuhan sekolah. Suara ejekan: "Eh, jangan duduk dekat-dekat!".
Dialog (VO Dito): "Kalau aku bicara… siapa yang percaya?"

SCENE 2 – TEKANAN BERULANG (0:30–1:00)
Tone: Terisolasi, sedih.
Visual: Medium Shoot:
Buku Dito dijatuhkan ke lantai oleh seseorang yang lewat (Slow motion).
Dito melihat layar HP: Notifikasi grup chat berisi ejekan.
Dito duduk sendirian di pojok kantin yang luas.
Audio: Musik bernada minor/sedih.
Visual Key: Kamera melakukan Zoom-in perlahan ke sebuah poster di dinding
JARAK AMAN. Scan di sini... Aman. Rahasia. Ditindaklanjuti.

SCENE 3 – TITIK BERANI (1:00–1:20)
Tone: Menegangkan namun penuh tekad.
Visual: Close Up Dito berdiri di depan poster. Tangannya gemetar memegang HP.
Point of View (POV): Layar HP Dito melakukan scan pada barcode di poster.
Motion Graphic: Muncul centang hijau (✔) di layar: Laporan Diterima -> Terhubung ke Tim Kerja -> Terhubung ke Dashboard Sudin.
Audio: SFX notifikasi "Swoosh/Ding".
Dialog (VO): "Kadang keberanian… hanya sejauh satu sentuhan."

SCENE 4 – SISTEM BEKERJA (1:20–1:50)
Tone: Cepat, profesional, sistematis.
Visual: Split Screen atau Fast Cut:
Ruang BK: Monitor berbunyi notifikasi.
Meja Kepala Sekolah: Tablet menunjukkan grafik laporan masuk secara real-time.
Kantor Sudin: Staf memantau dashboard besar "Monitoring JARAK AMAN".
Dialog (Kepsek): "Tim, kita tindaklanjuti sekarang."

SCENE 5 – PENANGANAN SESUAI ATURAN (1:50–2:20)
Tone: Tegas, serius, edukatif.
Visual: Wide shoot Ruang mediasi yang tenang. Guru BK duduk di antara Dito dan pelaku.
Pelaku menunduk lesu.
Audio: * Guru BK: "Permendikdasmen 6/2026 jelas. Tidak ada toleransi untuk perundungan."
Pelaku: "Kami cuma bercanda…"
Guru BK: "Bercanda tidak boleh melukai perasaan."

SCENE 6 – DITO DIDENGARKAN (2:20–2:40)
Tone: Hangat, lega.
Visual: Medium Shoot Guru BK berlutut atau duduk sejajar dengan Dito, memegang bahunya dengan lembut. Dito mengusap air mata (haru).
Audio: * Guru: "Kamu tidak sendirian. Terima kasih sudah berani melapor."
Musik berubah menjadi inspiratif/akustik hangat.

SCENE 7 – SEKOLAH BERUBAH (2:40–3:10)
Tone: Dinamis, positif.
Visual: Montage perubahan sekolah:
Siswa duduk melingkar berdiskusi (empati).
Guru berpatroli dengan senyum di lorong.
Petugas menempelkan barcode JARAK AMAN di tiap pintu kelas.
Dialog (VO Narator): "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan sekadar slogan. Ia dijaga. Ia diawasi. Ia ditindaklanjuti."

SCENE FINAL – PESAN NEGARA HADIR (3:10–3:40)
Tone: Optimis, berwibawa.
Visual: Wide Shoot Dito berjalan tegap di koridor. Teman-teman menyapa dengan normal (High-five).
Dialog (Dito): "Sekarang… aku tidak takut lagi."

SCENE AKHIR – STATEMENT KASUDIN
Tone: Konklusif, kuat.
Visual: Kasudin di meja kerja

Visual Alternatif : KaSudin berdiri di tengah halaman sekolah yang asri. Background siswa sedang belajar dengan tenang.

Audio (Narasi Kasudin): "Setiap anak berhak merasa aman di sekolah... Melalui Program JARAK AMAN, kami menghadirkan sistem pelaporan berbasis barcode yang langsung terhubung ke sekolah dan Suku Dinas... Berani Lapor. Pasti Ditindaklanjuti."

PENUTUP VISUAL
Visual: Teks besar di layar: JARAK AMAN. Berani Lapor. Pasti Ditindaklanjuti.
Logo: Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat & Kemendikdasmen, Logo JARAK AMAN
Hashtag: #SekolahAman #JarakAman
Audio (VO Tegas): "Negara hadir. Sekolah bertindak. Anak terlindungi."

Storyline film pendek “PINTU YANG KEMBALI TERBUKA”

Storyline film pendek “PINTU YANG KEMBALI TERBUKA”

Judul: PINTU YANG KEMBALI TERBUKA
Tagline: No Child Left Behind
Durasi: ±8–10 menit
Klien/Instansi: Sudin Pendidikan Wil 1 Kot Adm Jakarta Barat
Tim Produksi : SMKN 9 Jakarta

SCENE 1 – PAGI TANPA SERAGAM
Lokasi: Depan Rumah Raka (Luar Ruangan)
Waktu: Pagi
Shot 1.1: Wide Shot (WS)
Visual: Sekelompok anak berseragam sekolah berjalan melewati depan rumah Raka. Mereka tertawa dan bercanda. Fokus perlahan berpindah ke Raka yang berdiri mematung di teras.
Audio: SFX suara langkah kaki, canda tawa anak-anak.

Shot 1.2: Medium Close Up (MCU)
Visual: Wajah Raka dari samping. Matanya menatap kosong mengikuti arah anak-anak yang pergi. Ekspresinya sendu.
Audio: VO RAKA (pelan, melankolis): "Dulu… aku juga berjalan bersama mereka. Seragam rapi. Buku di tangan."

Shot 1.3: Point of View (POV) & Tilt Up
Visual: Pandangan Raka melihat ke arah jemuran atau paku di dinding. Terdapat seragam sekolah lamanya yang sudah pudar/kusut tergantung.
Audio: VO RAKA: "Sekarang… aku hanya melihat." Musik latar mulai masuk (nada sedih/piano pelan).

SCENE 2 – REALITA
Lokasi: Dalam Rumah Sederhana | Waktu: Siang & Malam
Shot 2.1: Close Up (CU)
Visual: Tangan Ibu sedang menghitung uang receh hasil jualan di atas meja yang usang. Uangnya terlihat sangat sedikit.
Audio: SFX gemerincing uang logam.

Shot 2.2: Over the Shoulder (OTS)
Visual: Dari belakang bahu Raka, melihat Ibu yang menunduk sedih.
Audio: IBU (pelan, menahan sedih): "Raka… uangnya belum cukup, Nak."

Shot 2.3: Medium Shot (MS)
Visual: Raka mendekat, memegang bahu atau tangan Ibu. Raka memaksakan senyum kecil agar ibunya tidak sedih.
Audio: RAKA: "Tidak apa-apa, Bu. Aku bisa bantu Ibu jualan." IBU (menahan air mata): "Ibu ingin kamu sekolah…"

Shot 2.4: Close Up (CU) - Transisi ke Malam Hari
Visual: Pencahayaan redup (lampu teplok/bohlam kecil). Tangan Raka membuka halaman buku pelajaran lama yang sudah lusuh.
Audio: SFX suara jangkrik (malam). VO RAKA: "Kalau aku berhenti bermimpi… apa mimpiku ikut berhenti juga?"

Shot 2.5: Extreme Close Up (ECU)
Visual: Setetes air mata jatuh membasahi halaman buku pelajaran tersebut.
Audio: Senyap sesaat, musik mengalun lirih.

SCENE 3 – HARAPAN DATANG
Lokasi: Teras Rumah Raka | Waktu: Siang
Shot 3.1: Wide Shot (WS)
Visual: Rombongan Kasatlakcam, Pak Lurah, Ketua RT, dan Petugas Pendidikan datang menyusuri gang sempit menuju rumah Raka.
Audio: SFX langkah kaki rombongan.

Shot 3.2: Medium Shot (MS)
Visual: Ibu membuka pintu, terkejut melihat rombongan aparat pemerintah di depan rumahnya.
Audio: RT: "Assalamualaikum, Bu. Kami ada kabar baik." IBU: "Waalaikumsalam… ada apa ya Pak?"

Shot 3.3: Over the Shoulder (OTS) dari Ibu
Visual: Kasatlakcam menjelaskan maksud kedatangan dengan senyum ramah.
Audio: KASATLAKCAM: "Sekarang Sudin Pendidikan Wil 1... ada Program Sekolah Kembali..."

Shot 3.4: Close Up (CU) / Peeping Angle
Visual: Wajah Raka mengintip dari balik tirai atau celah pintu kamar. Matanya membesar, mendengarkan percakapan itu.

SCENE 4 – DIALOG INTI
Lokasi: Ruang Tamu / Teras
Waktu: Siang
Shot 4.1: Medium Shot (MS)
Visual: Petugas melihat ke arah Raka yang masih mengintip. Petugas memberi isyarat agar Raka mendekat. Raka melangkah ragu.
Audio: KASATLAKCAM (lembut): "Kamu Raka?" (Raka mengangguk).

Shot 4.2: High Angle (Kamera melihat Raka ke bawah)
Visual: Menunjukkan Raka merasa inferior/minder. Ia menunduk.
Audio: PETUGAS: "Kamu masih ingin sekolah?" RAKA: "Ingin, Pak… tapi saya sudah tertinggal."

Shot 4.3: Low Angle / Eye Level dengan Raka
Visual: Petugas berlutut/jongkok agar posisi matanya sejajar dengan Raka. Kamera ikut turun (simbol kesetaraan dan kepedulian negara).
Audio: PETUGAS (tegas, hangat): "Dengarkan ya… Negara tidak pernah meninggalkanmu."

Shot 4.4: Close Up (CU)
Visual: Wajah Raka. Matanya mulai berkaca-kaca, ada secercah harapan.
Audio: PETUGAS: "Kami membuka kelas jauh... Supaya tidak ada anak yang tertinggal." Musik perlahan naik (crescendo - membangkitkan semangat).

SCENE 5 – PENDAFTARAN (Montage)
Lokasi: Ruang Tamu
Waktu: Siang
Shot 5.1: Insert Shots (Quick Cuts)
Visual: Tangan petugas menulis di formulir pendaftaran. Ibu mengeluarkan map kusam berisi Kartu Keluarga dan ijazah terakhir Raka.
Audio: Musik instrumen bernada harapan.

Shot 5.2: Medium Close Up (MCU)
Visual: Ibu menangis haru sambil memegang tangan petugas.
Audio: IBU (bergetar): "Terima kasih… terima kasih sudah datang."

Shot 5.3: Close Up (CU)
Visual: Petugas tersenyum hangat.
Audio: PETUGAS: "Ini memang tugas kami, Bu. Pendidikan adalah hak setiap anak."

SCENE 6 – HARI PERTAMA KEMBALI
Lokasi: Kamar/Ruang Tengah
Waktu: Pagi

Shot 6.1: Medium Shot (MS)
Visual: Raka sudah berpakaian rapi (pakaian bebas rapi/seragam baru jika ada). Ibu sedang membetulkan kerah baju Raka.
Audio: SFX kicau burung (suasana pagi ceria).

Shot 6.2: Close Up (CU)
Visual: Ibu menatap Raka dengan mata berkaca-kaca namun penuh kebanggaan.
Audio: IBU: "Bangga sekali Ibu hari ini."

Shot 6.3: Close Up (CU)
Visual: Raka tersenyum lebar, terlihat jauh lebih hidup dari Scene 1.
Audio: RAKA: "Aku tidak akan sia-siakan kesempatan ini, Bu."

SCENE 7 – DEPAN PINTU KELAS
Lokasi: Depan Pintu Kelas Jauh | Waktu: Pagi

Shot 7.1: Medium Wide Shot (MWS)
Visual: Raka berdiri mematung di depan pintu kelas yang tertutup. Ia tampak gugup.
Audio: Sayup-sayup terdengar suara riuh anak-anak di dalam kelas.

Shot 7.2: Insert / Close Up (CU)
Visual: Kaki Raka melangkah mundur setengah langkah (ragu). Tangannya meremas tali tas.

Shot 7.3: Over the Shoulder (OTS)
Visual: Tiba-tiba pintu dibuka dari dalam. Guru berdiri di ambang pintu, tersenyum melihat Raka. Cahaya dari kelas menerangi wajah Raka.
Audio: Suara kelas menjadi jelas. GURU (hangat): "Kamu pasti Raka. Selamat datang di kelas bahagia."

Shot 7.4: Medium Close Up (MCU)
Visual: Guru sedikit menunduk menatap Raka.
Audio: GURU: "Di sini tidak ada yang terlambat. Yang ada hanya anak-anak yang berani bangkit." (Raka tersenyum dan melangkah masuk).

SCENE 8 – DI DALAM KELAS
Lokasi: Dalam Kelas
Waktu: Pagi

Shot 8.1: POV Raka / Tracking Shot
Visual: Kamera bergerak maju (seolah-olah mata Raka) melihat suasana kelas. Anak-anak lain (beragam usia/kondisi) menatap ramah. Raka duduk di bangkunya.

Shot 8.2: Two Shot
Visual: Teman sebangku (Dimas) mengulurkan tangan.
Audio: TEMAN: "Halo, aku Dimas. Kamu?" RAKA: "Raka."

Shot 8.3: Wide Shot (WS)
Visual: Guru di depan kelas, menulis sesuatu di papan tulis.
Audio: SFX kapur/spidol di papan tulis.

Shot 8.4: Insert & Close Up (CU)
Visual: Tulisan di papan: "MASA DEPAN". Cut ke wajah Raka yang menatap papan tulis dengan mata berbinar.
Audio: GURU: "Masa depan bukan tentang masa lalu kita. Tapi tentang keputusan kita hari ini."

SCENE 9 – WAKTU BERLALU (Montage Kemajuan)
Lokasi: Berbagai Lokasi
Waktu: Dinamis
Visual (Quick Cuts / Transisi Cepat):
Raka sedang fokus menulis di bukunya (CU).
Raka berdiri di depan kelas memegang kertas, sedang presentasi (MS).
Ibu melihat selembar kertas nilai, tersenyum bangga (MCU).
Ayah (atau figur orang tua) menepuk bahu Raka saat Raka belajar di rumah malam hari (MS).
Audio: Musik pengiring mencapai tempo yang ceria dan membangkitkan semangat. Tidak ada dialog.

SCENE 10 – PESAN NEGARA HADIR & CLOSING
Lokasi: Jalanan / Ruang Kelas
Waktu: Siang

Shot 10.1: Tracking Shot / Wide Shot
Visual: Raka berjalan masuk ke area sekolah kelas jauh. Langkahnya kini tegap, percaya diri, dan tersenyum lebar. (Sangat kontras dengan Scene 1). Background gerbang sekolah
Audio: VO NARATOR (tegas, resmi, namun menyentuh): "Ketika satu anak berhenti sekolah, kita kehilangan satu masa depan. Melalui Program Sekolah Kembali, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat hadir..."
Visual : KaSudin in frame, background suasana kelas

Shot 10.2: Fade to Black
Visual: Layar perlahan menjadi hitam.
Audio: VO NARATOR: "...Membuka kelas jauh. Membuka harapan. Karena pendidikan adalah hak. Dan… tidak ada satu pun anak yang boleh tertinggal."
Visual : KaSudin in frame, background suasana sekolah, anak2 cium tangan ke KaSudin

Shot 10.3: Typography / Title Card
Visual: Di atas layar hitam, muncul tulisan putih tebal: NO CHILD LEFT BEHIND disusul SEKOLAH KEMBALI 2026.

Shot 10.4: Final Cut (The Hook)
Visual: Cut mendadak kembali ke Raka. Ia berdiri tegak di depan gerbang sekolah (dari adegan montage), menatap langsung ke arah lensa kamera (breaking the 4th wall).
Audio: RAKA (suara lantang dan percaya diri): "Nama saya Raka. Dan saya kembali."
Visual : Drone track out Raka, KaSudin, Kasatlak, ketua RT, Kepala Sekolah, melambaikan tangan ke arah drone

Closing
Visual: Fade out perlahan. Logo Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat dan Logo kembali ke sekolah
Audio: Musik ditutup dengan satu nada instrumen yang megah dan optimis.

Minggu, 26 Oktober 2025

Suatu hari nanti...

Suatu hari nanti...
Dia tidak akan lagi minta ditemani tidur...
Dan di saat itulah saat yang akan kurindukan...
Setiap malam dia bilang...
"Bapak, temenin dede tidur..."
Kadang kujawab...
"Nanti ya, bapak masih kerja..."

Tapi pernah suatu malam saya pulang motret larut malam, dan dia sudah tertidur. Saya duduk disampingnya, menatap wajah kecil itu, dan tiba-tiba dada ini hangat sekaligus perih. Saya sadar, akan datang hari ini, hari dimana dia tak lagi memanggilku begitu. Dan malam-malam sederhana ini yang dulu sering saya abaikan, justru akan jadi kenangan yang paling saya rindukan, karena menemani anak tidur bukanlah kewajiban, tapi itu adalah hadiah kecil dari waktu yang tak akan datang dua kali...

Rabu, 22 Oktober 2025

Kartu Memori dan Flashdisk

Kartu memori (Micro SD) dan flashdisk sudah menjadi bagian penting dalam aktivitas kita sehari-hari. Seperti menyimpan data di smartphone, kamera, laptop, dan lain-lain. Tapi sayangnya, kini kita harus mulai berhati-hati ketika membeli memory card dan flash disk di pasaran.

Banyak penjual nakal yang memanfaatkan situasi ini untuk menjual flashdisk dan kartu memori "non original" alias palsu tapi terlihat kayak asli.

Bahkan saat kita membeli secara online pun, hal itu tidak menutup kemungkinan terjadinya kecurangan dari pihak penjual. Meskipun sebenarnya, peredaran flashdisk dan kartu memori asli dan palsu ini dapat beredar secara online dan offline. Nah berikut ini 6 cara mengetahui flashdisk dan memory card original atau Micro SD asli.

1. Perhatikan tampilan luar dari kemasan produk






Kalo dilihat secara sekilas, mungkin bakal susah untuk menemukan perbedaan antara flashdisk atau memory card original dan palsu. Tapi bila diperhatikan dengan teliti, ada beberapa ciri yang mengindikasikan keasliannya. Kemasan flashdisk dan Micro SD ori dicetak dengan tulisan yang lebih rapi serta mencantumkan merknya.

Sementara yang palsu biasanya hanya ditempeli stiker dan terkadang tidak memiliki merk flashdisk atau MicroSD. Ukuran dari kemasannya sendiri akan terlihat aneh, tidak konsisten, dan bahkan tanpa segel khusus. Kalau kamu menemukan hal-hal tersebut pada kemasan kartu memori, maka sebaiknya kamu sudah mulai curiga akan keaslian dari produk yang kamu beli.

2. Jangan gampang tergiur dengan harga yang sangat murah!


 






Sebagai salah satu cara mengetahui memory card original, harga adalah poin paling mudah untuk dicurigai ketika membeli kartu memori. Soalnya sudah banyak sekali penjual-penjual pihak ketiga yang menawarkan memory card dengan harga terendah. Padahal semakin besar kapasitas penyimpanannya, maka harga kartu memori akan semakin mahal.

Ketentuan tersebut juga berlaku ketika kamu membeli flashdisk. Banyak produk-produk flashdisk yang dijual dengan harga miring namun terkesan meyakinkan karena membawa merk ternama. Maka dari itu, harap untuk tidak mudah tertarik juga dengan potongan harga yang tidak masuk akal di tempat belanja online.

3. Pastikan terdapat nomor seri unik di kartu memori kamu








Cara cek memory card original dapat diketahui dengan adanya nomor seri unik untuk mengidentifikasi kartu. Biasanya akan ada string panjang yang bertuliskan angka atau huruf dan angka. Nah kalo kamu tidak menemukannya, itu sudah bisa menjadi tanda-tanda atas kemungkinan kartu memori yang palsu.

Selain itu, Micro SD ori juga mempunyai label depan dan dicetak dengan kualitas terbaik. Bila memory card ditemukan tidak mempunyai label depan dan posisinya tidak simetris, maka kartu memori dapat berpotensi palsu.

Perhatikan juga apabila label mudah terkelupas. Karena, itu menandakan bahwa label dicetak dengan kualitas rendah. Dengan mengamati tampilan fisik, kamu bisa menemukan ciri-ciri yang membedakan memory card original dan palsu.

4. Cek kapasitas dari produk yang kamu beli (jangan cepat tertarik dengan yang tidak masuk akal juga ya)




Sejak tren belanja online mulai banyak diminati, flashdisk dan memory card yang ada di pasaran mulai bervariasi ukuran kapasitasnya. Namun, kamu perlu waspada kalo menemukan penjual yang menawarkan Micro SD dengan ukuran 2 TB. Selain karena tidak realistis, sejauh ini memory card yang terbesar hanyalah sampai 1 TB saja. Dan itupun, dijual dengan harga yang sangat mahal.

Tidak cuma itu, kalo kamu sudah terlanjur membeli flashdisk dan memory card, pastikan kapasitas yang tertera di kemasan sudah sesuai. Untuk Micro SD, coba kamu tes dengan memasukkannya ke dalam HP.

Kalo kapasitasnya justru lebih kecil dari yang tertulis di kemasan, maka kamu patut curiga terhadap kartu memori tersebut.









5. Cara mengetahui flashdisk dan memory card original paling ampuh: tes kecepatannya!






Flashdisk dan memory card original akan menunjukkan kualitas yang baik ketika kamu mencoba tes kecepatannya. Keaslian dari keduanya dapat semakin diperkuat bila ternyata file tidak dapat disalin dalam waktu yang cepat. Produk yang palsu akan memakan waktu lama dalam membaca file yang dikirimkan ke dalam perangkat.

Untuk melakukan cara cek memory card original, kamu harus memiliki card reader yang cepat. Lalu, coba pindahkan sebuah file berukuran besar sekitar 1-2 GB ke dalam kartu memori. Amatilah rata-rata kecepatan tulis dari kartu memori tersebut. Kalo kamu membeli yang benar-benar original, maka proses pengiriman akan berlangsung cepat dan optimal.

Sementara untuk flashdisk, langsung saja coba gunakan pada laptop atau komputermu. Pindahkan file dengan ukuran besar dan amati berapa lama proses pengirimannya. Jika membutuhkan waktu yang sangat lama, maka kamu sepatutnya curiga.

6. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi untuk mengecek keaslian dari kartu memori







Banyak aplikasi di Google Play atau App Store yang dapat memberikan informasi tentang detail dari memory card. Seperti tanggal pembuatan, model MicroSD, produsen pembuatnya, serta nomor serial. Kartu memori palsu tidak dapat memberikan data yang benar dan akurat tentang detail tersebut. Coba deh download salah satu aplikasi untuk memperkuat keyakinanmu bahwa memory card yang kamu beli adalah original.

Itu tadi 6 cara mengetahui flashdisk dan memory card original yang dapat kamu lakukan. Di samping itu, penjual flashdisk dan memory card yang asli juga akan menawarkan garansi dengan waktu yang cukup lama.

Bila mereka tidak menawarkan garansi sama sekali, maka hal tersebut seharusnya sudah menjadi alarm yang patut kamu waspadai. Selalu ketahui dulu spesifikasi atau keaslian dari flashdisk memory card. Jangan langsung tergiur dengan produk dari merk ternama tapi dijual dengan harga terlalu miring.

Semoga info ini bermanfaat!

Selasa, 21 Oktober 2025

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani

 


"Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutu Wuri Handayani"

Pastel on Canvas
50cm x 60cm
Agustim Saptono Haji
Oktober 2025

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutu Wuri Handayani adalah pedoman Ki Hajar Dewamtara yang menjadi acuan di dunia pendidikan Indonesia, saya mengangkat ini sebagai judul karya bukan mengacu pada fisik karya  ya, melainkan pada proses berkaryanya. Jika mengacu pada karya fisik, karya saya jauh dari kata sempurna, karena ini adalah kali pertama saya berkarya menggunakan kanvas setelah lebih dari 20 tahun saya tidak berkarya menggunakan kanvas. Proses berkaya menjadi acuan judul karya adalah karena kegelisahan saya sebagai seorang pendidik yang melihat KBM dunia pendidikan sekarang sudah bergeser dari Kegiatan Belajar Mengajar menjadi Kegiatan Belajar Memerintah. Hal ini karena guru hanya memberikan perintah tanpa memberikan contoh, beberapa guru memberikan tugas tanpa mencoba terlebih dahulu, apakah tugas ini sulit atau tidak. Jika siswa menemukan kendala, jawaban yang keluar dari guru adalah "cari saja di Google". membebaskan siswa mengakses internet bisa berdampak positif, bisa juga negatif. disinilah guru seharusnya mencoba terlebih dahulu tugas yang akan diberikan, dengan asumsi, jika saya bisa, maka siswa mungkin bisa, jika saya tidak bisa, apalagi siswa?. Jika siswa mendapatkan kendala, guru bisa memberikan solusi. Sehingga saya berasumsi bahwa guru hanya mengacu pada Tut Wuri Handayani, namun melupakan Ing Ngarso Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso. Berkarya bersama siswa, pameran bersama siswa, ikut merasakan kesulitan dan kendala, ikut merasakan tekanan yang sama, lalu berikan contoh bagaimana mencari solusi sehingga memecahkan masalah tersebut.
Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani

Selasa, 07 Oktober 2025

Harvest moon

Hari ini, langit Indonesia diterangi bulan super alias supermoon yang punya nama lain harvest moon. Fenomena ini tentu tidak bisa dilewatkan begitu saja, terlebih jika kamu merupakan seorang pencinta astronomi.

Mengapa puncak transformasi bulan alias fase purnama Oktober 2025 disebut supermoon? Dirujuk dari Science NASA, supermoon terjadi ketika bulan purnama berada di titik terdekat antara Bumi dengan Bulan.

Bukankah jarak antara Bumi dan Bulan selalu konstan? Lintasan Bulan untuk mengorbit Bumi tidaklah berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips. Oleh karena itu, ada titik jauh (apogee) dan titik dekat (perigee) Bulan dengan Bumi.

Nah, ketika purnama terjadi saat Bulan berada di perigee, muncullah sebutan supermoon. Dalam kondisi ini, bulan terlihat 14 persen lebih besar ketimbang biasanya. Cahaya supermoon juga tampak lebih terang.

Supermoon 7 Oktober 2025 mencapai puncak kecerahan pada pukul 10.47 WIB.

Berhubung pukul 10.47 WIB tanggal 7 Oktober 2025 terjadi pagi menuju siang hari di Indonesia, kita dapat coba melihatnya lagi pada malam harinya. Bulan tetap bersinar lebih terang dari pada biasanya.

Setelah 7 Oktober, Supermoon 2025 akan terjadi lagi pada 5 November dan 4 Desember mendatang.

Berdasar keterangan dalam dokumen unggahan BMKG Kalimantan Barat bertajuk 'Fase-Fase Bulan dan Jarak Bumi-Bulan pada Tahun 2025', supermoon tanggal 7 Oktober terjadi pukul 10.47 WIB. Saat itu, jarak Bumi dengan Bulan terpaut 361.458 kilometer.

Waktu terbaik untuk menyaksikannya, seperti dikabarkan oleh Time Magazine, adalah pada malam tanggal 6 Oktober. Tepatnya, pada 6 Oktober 2025, pukul 11.47 PM Eastern Time (ET), supermoon memantulkan cahaya paling terangnya.

Dilansir Savvy Time World Clock, perbedaan waktu ET dan Waktu Indonesia Barat (WIB) adalah 11 jam. Jadi, bila dikonversi, 11.47 PM ET 6 Oktober 2025 jatuh pada pukul 10.47 WIB tanggal 7 Oktober 2025.

Tidak perlu risau, kita masih tetap bisa menyaksikan nyala terangnya pada malam-malam setelah itu. Terkhusus, pada tanggal 8 Oktober 2025, pukul 19.35 WIB. Pada waktu itu, Bulan ada di titik terdekat alias perigee. Jaraknya hanya terpisah sejauh 359.819 kilometer saja.

Kenapa Supermoon 7 Oktober 2025 Disebut Harvest Moon?

Dikutip dari The Old Farmer's Almanac, penamaan harvest moon berkaitan erat dengan ekuinoks (equinox) musim gugur. Oleh karena itu, Bulan yang mendapat julukan harvest moon berubah-ubah tiap tahunnya.

Mudahnya, bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan momentum ekuinoks musim gugur disebut harvest moon. Dengan demikian, harvest moon mungkin terjadi pada rentang September atau Oktober.

Tahun ini, menurut informasi dari Sky at Night Magazine, ekuinoks musim gugur terjadi pada 22 September 2025. Atas acuan itu, maka purnama Oktober 2025 yang berhak meraih julukan harvest moon daripada purnama September tanggal 7 September lalu. Sebab, jarak ekuinoks-nya lebih dekat ke bulan purnama Oktober.

Lantas kenapa disebut harvest moon yang secara harfiah berarti 'bulan panen'? Nah, pada beberapa malam, Bulan muncul di langit malam segera setelah Matahari terbenam. Dengan demikian, pada awal malam, Bulan sudah memberikan sinar terangnya.

Kondisi ini memampukan para petani untuk segera memanen tanaman. Waktu tambahan kemunculan cahaya bulan inilah yang kemudian membantu proses panen sehingga disebut harvest moon.

Ada Berapa Supermoon Setiap Tahun?

Dilihat dari laman Natural History Museum, supermoon bukanlah fenomena langka. Setiap tahun, biasanya ada 3 atau 4 supermoon dari total 12-13 bulan purnama. Seringnya, supermoon terjadi berturut-turut selama 2-5 bulan purnama.

"Saat supermoon, Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Biasanya, ini berlangsung selama 2 hingga 5 bulan purnama sehingga terjadi beberapa supermoon berturut-turut. Setelah itu, Bulan bergerak ke bagian orbitnya yang lebih jauh," jelas Professor Sara Russell, seorang peneliti ilmu planet.

Tahun ini, terdapat total 3 supermoon. Setelah Oktober, fenomena alam yang menakjubkan ini bakal terjadi lagi pada November-Desember mendatang. Berikut jadwal dan jaraknya dari Bumi:

Supermoon November: 5 November 2025 pukul 20.19 WIB. Jarak 356.980 km dari Bumi.

Supermoon Desember: 4 Desember 2025 pukul 06.14 WIB. Jarak 357.219 km dari Bumi.

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai supermoon 7 Oktober 2025 dan waktu terbaik menyaksikannya. Semoga bermanfaat!

Rabu, 20 Agustus 2025

Pak, kelonin...


Setiap mau tidur, Adiba selalu bilang "pak, kelonin"

Awalnya saya pikir, ini cuma fase.Anak kecil, mau dimanja emang gitu kan?
Pengen tidur bareng orangtua.
Saya sempet berpikir, “Duh, kamu udah gede, masa masih minta dikelonin tiap malam?”

Sampai suatu malam, pas saya udah setengah berdiri dari kasur, dia pegang tangan saya sambil bilang pelan:

“Kalau bapak ninggalin dede pas tidur, dede ngerasa sendiri banget. Kayak bapak udah nggak sayang dede lagi.”

Saya langsung diam.
Bener-bener… nggak nyangka.
Ternyata di balik permintaan sederhana itu, ada rasa takut ditinggal.
Ada perasaan yang nggak bisa dia ungkapin dengan jelas…
Dan satu-satunya cara dia bisa ‘nahan’ saya ya… dengan minta ditemenin sebelum tidur.

Kadang kita suka lupa… bahwa anak-anak itu belum punya cukup kosa kata buat nyampaiin isi hati mereka.
Yang mereka bisa, ya cuma:
“pak, temenin dong…”
“pak, tidur di sini ya…”
“pak, jangan tinggalin dede…”

Bukan karena mereka manja.
Tapi karena mereka butuh rasa aman.
Dan rasa aman itu (buat anak-anak) bentuknya adalah hadirnya orang tua.

Bahkan cuma 10-15 menit nemenin sebelum tidur, itu bisa jadi bekal besar buat perkembangan emosinya.

Riset menunjukkan: anak yang merasa "dilihat" dan "ditemani" saat momen transisi (kayak mau tidur), cenderung tumbuh lebih percaya diri, lebih tenang, dan punya hubungan yang lebih dekat dengan orang tuanya.

Jadi malam itu, saya batal pergi dari kamar.
Saya peluk dia, dan malam itu jadi pelajaran buat saya sendiri:

Kadang, permintaan remeh dari anak….
Adalah sinyal penting yang perlu kita dengar dengan hati...

Senin, 18 Agustus 2025

ADIKSIMBA


ADIKSIMBA adalah singkatan dari kata tanya dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk mengumpulkan informasi, terutama dalam konteks berita. Singkatan ini merujuk pada: Apa, DImana, Kapan, SIapa, Mengapa, dan BAgaimana. Dalam bahasa Inggris, ADIKSIMBA dikenal sebagai 5W+1H, yaitu What, Where, When, Who, Why, and How.

ADIKSIMBA digunakan untuk memastikan sebuah berita atau informasi mencakup semua aspek penting dan memberikan pemahaman yang lengkap bagi pembaca atau pendengar.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci dari masing-masing unsur ADIKSIMBA:

Apa: Menanyakan tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi.
Dimana: Menanyakan tentang tempat kejadian peristiwa itu berlangsung.
Kapan: Menanyakan tentang waktu terjadinya peristiwa.
Siapa: Menanyakan tentang orang-orang yang terlibat dalam peristiwa.
Mengapa: Menanyakan tentang alasan atau penyebab terjadinya peristiwa.
Bagaimana: Menanyakan tentang proses atau cara peristiwa itu terjadi.

Dengan menggunakan unsur ADIKSIMBA, sebuah berita atau informasi akan menjadi lebih jelas, lengkap, dan mudah dipahami.

Berikut adalah contoh penerapan ADIKSIMBA dengan pengambilan gambar metode EDFAT

Entire





DETAIL




Frame





Angle




Time





Narasi ADIKSIMBA (5W 1H)

    Hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2024 untuk Indonesia belum dirilis. Namun, berdasarkan hasil PISA sebelumnya, Indonesia secara konsisten menunjukkan skor rendah dalam literasi, matematika, dan sains. PISA 2022, yang dirilis pada Desember 2023, menunjukkan penurunan skor dibandingkan tahun 2018, terutama dalam literasi membaca. Meskipun ada peningkatan peringkat, skor rata-rata siswa Indonesia masih di bawah rata-rata OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) dan skor literasi membaca terendah di antara tahun-tahun sebelumnya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggalakkan program Literasi sekolah. Untuk mendukung program Dinas Pendidikan ini SMKN 9 Jakarta menyambut dengan Program Selasa Literasi.
    Selasa Literasi adalah sebuah program literasi SMKN 9 Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan minat literasi siswa siswi SMKN 9 Jakarta. Program ini di inisiasi oleh TIM LITERASI yang terdiri dari Kepala Perpustakaan, pustakawan dan guru Bahasa Indonesia dan di dukung penuh oleh seluruh sivitas SMKN 9 Jakarta. Setiap Selasa pagi, seluruh sivitas berkumpul di lapangan untuk membaca buku dengan ketentuan bergantaian tiap bulannya antara buku fiksi dan buku non fiksi. Selasa Literasi ini dilaksanakan setiap Selasa pagi selama 1 jam pelajaran di lapangan Sekolah dan di akhir kegiatan tiap minggunya, 2 siswa secara bergantian menjelaskan apa yang telah dibacanya di depan peserta Selasa Literasi. Dengan program Selasa Literasi ini, diharapkan minat baca siswa siswi SMKN 9 Jakarta meningkat dan juga skor PISA di tahun depan bisa lebih baik lagi, salam Literasi.

Memahami Metode EDFAT Dalam Foto Jurnalistik

Para pendukung legalisasi aborsi bentrokan dengan polisi anti huru hara pada saat demonstrasi dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional, di Mexico City, Meksiko. Foto: VICTORIA RAZO / AFP


Fotografi menjadi bukti pencapaian peradaban manusia dengan menyebar berita secara akurat, dan karenanya berperan aktif dalam membentuk pengetahuan dunia baru dan perkembangan digital. Fotografer harus memahami cara komunikasi yang akan disampaikan kepada masyarakat. Dalam foto jurnalistik penting untuk melatih kemampuan untuk melihat sesuatu dengan rinci.


Demonstran berpelukan di tengah bentrokan pendukung legalisasi aborsi dengan polisi anti huru hara pada saat demonstrasi dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional, di Mexico City, Meksiko. Foto: Carlos Jasso/REUTERS


Ada metode yang memudahkan fotografer untuk memperkaya komposisi foto. Metode yang dikenal dengan sebutan EDFAT ini diperkenalkan Walter Cronkite School of Journalism and Mass Communication, Arizona State University.
EDFAT adalah singkatan dari Entire, Detail, Frame, Angle, dan Time. Metode ini membantu kita untuk akrab dengan lingkungan dan juga melatih bagaimana cara pandang melihat sesuatu dengan detail.


Petugas polisi melindungi diri dengan perisai mereka selama protes untuk memperingati Hari Aborsi Aman Internasional di Mexico City, Meksiko. Foto: Carlos Jasso/REUTERS


Metode EDFAT juga membantu menghasilkan foto dengan teratur, sehingga foto tersebut menghasilkan rangkaian cerita yang memudahkan orang memahaminya.

1. Entire
Entire atau dikenal juga sebagai established shot, yaitu keseluruhan pemotretan sebuah tempat atau kejadian. Tahapan ini bertujuan untuk membuat rangkaian dari sebuah foto.


Para pendukung legalisasi aborsi menggelar unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di San Salvador, Meksiko. Foto: Leonardo Munoz / AFP


Para pendukung legalisasi aborsi menggelar unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di Guadalaraja, Meksiko. Foto: ULISES RUIZ / AFP

2. Detail
Detail adalah hal-hal rinci yang ada di suatu lokasi atau peristiwa. Jika pada entire mengambil gambar luas dan umum, pada detail dapat berupa simbol, benda, atau mimik subjek.

Para pendukung legalisasi aborsi menggelar unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di San Salvador, Meksiko. Foto: Leonardo Munoz / AFP

Para pendukung legalisasi aborsi menggelar unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di Monterrey, Meksiko. Foto: Jorge Lopez/REUTERS


3. Frame
Frame atau pembingkaian adalah bagaimana cara kita menempatkan objek atau subyek di dalam foto.


Seorang petugas polisi melihat dari balik perisai yang rusak saat bentrokan dengan pendukung legalisasi aborsi dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di Mexico City, Meksiko. Foto: Carlos Jasso/REUTERS


4. Angle
Angle atau sudut pengambilan menentukan dari arah mana kita akan mengambil suatu foto. Berbagai macam angle bisa kita coba gunakan saat memotret subyek atau objek.
Eye level view adalah angle normal yang mewakili posisi melihat manusia. Low angle menunjukkan angle lebih rendah dari eye level view, sedangkan high angle menunjukkan angle yang lebih tinggi dari angle normal.



Para pendukung legalisasi aborsi menggelar unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di Guadalaraja, Meksiko. Foto: ULISES RUIZ / AFP

Para pendukung legalisasi aborsi menggelar unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di Guadalaraja, Meksiko. Foto: ULISES RUIZ / AFP


5. Time
Time atau waktu pengambilan memberikan variasi terhadap foto yang bisa kita hasilkan. Time juga bagaimana kemampuan dari fotografer dalam menangkap sebuah adegan atau peristiwa sehingga menghasilkan foto yang kuat dan dramatis.


Pendukung legalisasi aborsi melempar molotov ke arah polisi anti huru hara saat unjuk rasa dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional di Guadalaraja, Meksiko. Foto: VICTORIA RAZO / AFP

Petugas polisi mengeluarkan api saat protes untuk memperingati Hari Aborsi Aman Internasional di Mexico City, Meksiko. Foto: Carlos Jasso/REUTERS

Selasa, 29 Juli 2025

Sejarah Fotografi

Proglog

Fotografi memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, tidak hanya sebagai sarana dokumentasi, tetapi juga sebagai media komunikasi, ekspresi, dan perubahan sosial, Perkembangan fotografi saat ini sangat pesat, didorong oleh kemajuan teknologi digital, kecanggihan kamera smartphone, dan peran besar media sosial.



Fotografi dalam Desain Komunikasi Visual bukan hanya tentang mengambil gambar yang indah, tetapi juga tentang bagaimana gambar tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan, membangun identitas, dan berkomunikasi secara efektif dengan audiens.

sebelum mempelajari peneraparan dasar dasar fotograpy perlu memahami definisi dan fungsi fotografi serta sejarah fotograpi tersebut.

1.1 Definisi dan Fungsi Fotografi

Kata Fotografi diambil berasal dari bahasa Yunani, yaitu photos (cahaya) dan graphos (melukis atau menulis), sehingga secara harfiah berarti "melukis dengan cahaya.", fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek gambar. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.


Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Pada umumnya semua hasil karya fotografi dikerjakan dengan kamera, dan kebanyakan kamera memiliki cara kerja yang sama dengan cara kerja mata manusia. Seperti halnya mata, kamera memiliki lensa, dan mengambil pantulan cahaya terhadap suatu objek dan menjadi sebuah image.

Tetapi, sebuah kamera dapat merekam sebuah image ke dalam sebuah film dan hasilnya tidak hanya bisa dibuat permanen tetapi dapat pula diperbanyak, dan diperlihatkan kepada orang lain. Sedangkan mata, hanya dapat merekam image kedalam memori otak dan tidak bisa dilihat secara langsung kepada orang lain.

Fotografi dapat didefinisikan dari dua perspektif utama: teknis dan seni. Kedua perspektif ini saling melengkapi dalam menghasilkan gambar yang bermakna dan estetis.

1. Perspektif Teknis:

Dari sudut pandang teknis, fotografi adalah proses menangkap cahaya pada permukaan sensitif cahaya (film atau sensor digital) menggunakan kamera. Fokus utamanya adalah pada pengaturan dan penguasaan alat serta teknik untuk menghasilkan gambar yang tajam, terpapar dengan baik, dan sesuai dengan tujuan visual.

Elemen teknis mencakup:

Eksposure:

Eksposure (exposure) dalam fotografi adalah jumlah cahaya yang diterima oleh sensor kamera atau film saat mengambil gambar. Eksposur menentukan seberapa terang atau gelap hasil foto. Jika eksposure tidak tepat, foto bisa menjadi terlalu gelap (underexposed) atau terlalu terang (overexposed).

Kombinasi dari aperture (bukaan lensa), shutter speed (kecepatan rana), dan ISO (sensitivitas cahaya).

Untuk menghasilkan ukuran cahaya yang tepat untuk menghasilkan bayangan, digunakan bantuan alat ukur lightmeter. Setelah mendapat ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur cahaya tersebut dengan mengatur ASA (ISO Speed), diafragma (aperture), dan penggunaan filter.

Fokus:

Fokus pada kamera mengacu pada ketajaman gambar pada titik atau area tertentu dalam bingkai. Saat kamera "fokus", ia menyesuaikan lensa agar cahaya dari subjek jatuh tepat pada sensor, menghasilkan gambar yang tajam dan jelas. Komposisi: Penempatan elemen visual dalam frame (meskipun ini juga bersifat artistik).

Pencahayaan:

Pencahayaan dalam fotografi adalah elemen paling penting karena tanpa cahaya, tidak ada gambar. Pencahayaan (lighting) pada kamera mengacu pada cara cahaya mengenai subjek dan bagaimana kamera merekamnya. Cahaya memengaruhi mood, bentuk, kedalaman, dan detail dalam foto.

Peralatan:


Mencakup seluruh komponen fisik dan sistem elektronik yang memungkinkan kamera menangkap dan merekam gambar diantaran Kamera, lensa, tripod, filter, dan perangkat lunak pengeditan.

Tujuan teknis adalah mendapatkan hasil yang optimal secara kualitas gambar.

2. Perspektif Seni:

Secara artistik, fotografi adalah bentuk ekspresi visual yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan ide, emosi, suasana, atau cerita. Di sini, elemen estetika, subjektivitas, dan kreativitas memainkan peran utama.

Aspek seni mencakup:

Estetika visual:

Estetika visual pada fotografi merujuk pada cara elemen-elemen visual seperti Warna, kontras, bentuk, dan tekstur dalam sebuah foto disusun, dipadukan, dan disampaikan untuk menciptakan keindahan, harmoni, serta dampak emosional atau intelektual bagi penikmatnya. Estetika ini adalah jembatan antara aspek teknis dan artistik dalam fotografi.

Emosi dan suasana: Bagaimana foto membangkitkan perasaan atau suasana tertentu.

Narasi visual: Cerita atau pesan yang ingin disampaikan oleh fotografer.

Gaya pribadi: Pendekatan unik yang mencerminkan identitas fotografer.

Eksplorasi dan interpretasi: Kebebasan dalam memilih subjek, sudut pandang, atau teknik eksperimental.

Tujuan artistik adalah komunikasi visual dan pengalaman emosional.

Fotografi memiliki beragam fungsi, tergantung pada konteks dan tujuan penggunaannya. Berikut adalah beberapa fungsi utama fotografi dalam kehidupan pribadi, sosial, budaya, hingga profesional:

1. Fungsi Dokumentasi

Menangkap dan menyimpan momen penting dalam kehidupan pribadi (pernikahan, kelahiran, perjalanan).

Digunakan dalam bidang sejarah, arkeologi, kedokteran, dan ilmiah untuk mencatat data visual.

Contoh: Foto arsip bencana alam, dokumentasi pembangunan, rekam medis.

2. Fungsi Komunikasi

Fotografi menyampaikan pesan, ide, atau informasi tanpa kata.

Sangat efektif sebagai media komunikasi visual karena bersifat universal dan emosional.

Contoh: Foto kampanye sosial, iklan, media berita.

3. Fungsi Ekspresi dan Seni

Fotografi sebagai sarana ekspresi diri dan kreativitas.

Digunakan dalam seni rupa, galeri, atau proyek pribadi untuk menyampaikan gagasan, emosi, dan perspektif.

Contoh: Fotografi konseptual, fine art photography.

4. Fungsi Jurnalistik dan Informasi

Menyajikan fakta visual kepada publik secara cepat dan kuat.

Foto jurnalistik membantu membentuk opini publik dan dokumentasi sejarah secara real-time.

Contoh: Foto konflik, demonstrasi, bencana, olahraga.

5. Fungsi Komersial dan Bisnis

Fotografi digunakan untuk memasarkan produk, jasa, atau personal branding.

Visual yang menarik dapat meningkatkan daya tarik konsumen.

Contoh: Fotografi produk, fashion, makanan, iklan digital.

6. Fungsi Edukasi

Membantu proses belajar dengan menyajikan informasi visual.

Digunakan dalam buku pelajaran, presentasi, penelitian, dan pelatihan.

Contoh: Foto struktur tubuh manusia, proses ilmiah, eksperimen, hingga poster edukatif.

7. Fungsi Sosial dan Budaya

Menjadi alat untuk merepresentasikan identitas, tradisi, dan perubahan sosial.

Foto dapat memperkenalkan budaya atau menyuarakan isu-isu kemanusiaan.

Contoh: Foto kehidupan suku pedalaman, tradisi lokal, isu lingkungan.

1.2 Sejarah Singkat Fotografi

Perkembangan dunia fotografi memang tidak terlepas dari sejarahnya yang teramat panjang, dimulai dari masa sebelum Masehi hingga ke masa sekarang ini. Kini, fotografi telah menjadi suatu bidang yang amat populer dan dapat dipahami serta dipraktekkan dengan mudah oleh setiap orang. Keadaan seperti ini tidak mungkin tercapai tanpa adanya penemuan atau inovasi yang dilakukan oleh para tokoh. Berikut ini merupakan pemaparan perkembangan fotografi dari mulai penemuan konsep kamera yang paling sederhana hingga ke era fotografi digital.

1. Camera Obscura

Camera Obscura (selanjutnya ditulis kamera obscura), berasal dari kata dalam bahasa latin yang artinya “kamar gelap‟. Disebut demikian karena pada awalnya kamera obscura memang sebuah ruangan gelap yang memiliki sebuah lensa cembung/lubang kecil di salah satu bagian sisinya.

Melalui lensa cembung/lubang kecil inilah, cahaya dari luar akan masuk dan memproyeksikan citra dari obyek/keadaan di luar, ke atas sebuah media.

Sebuah kamera obscura berbentuk ruangan, di University of North Carolina at Chapel Hill.

Area yang diberi lingkaran berwarna kuning adalah lubang kecil tempat masuknya cahaya.

Sejarah awal dari konsep pemroyeksian/pemantulan cahaya bisa ditelusuri ke tahun 336 SM. Saat itu Aristoteles (384 - 322 SM) melihat bentuk sabit yang tercipta akibat dari peristiwa gerhana matahari sebagian. Bentuk sabit itu terproyeksikan ke atas permukaan tanah, melalui lubang-lubang kecil dari sebuah ayakan. Aristoteles kemudian membuat lubang kecil pada sebuah lempengan

logam. Dan ternyata, lubang kecil pada lempengan logam tersebut memang bermanfaat sebagai jalan masuknya cahaya yang memproyeksikan citra dari luar, ke atas sebuah bidang. Peristiwa inilah yang melahirkan apa yang disebut dengan „prinsip optik‟, suatu prinsip yang sangat bermanfaat

dalam pengembangan teknologi fotografi (kamera) hingga sekarang.

Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh seorang ilmuwan Mesir bernama Abu Ali Al-Hasan Ibn Al-Haitham (965 - 1039 M), atau yang lebih dikenal dengan sebutan„Al-Hazen‟. Al-Hazen adalah orang pertama yang menerapkan prinsip optik pada suatu ruangan gelap. Ruangan gelap inilah yang kemudian disebut sebagai kamera obscura.

Pada abad ke-15, seorang pelukis dan penemu terkenal, Leonardo Da Vinci (1452 - 1519 M), memanfaatkan kamera obscura untuk membantunya membuat lukisan. Ia mengatur sedemikian rupa agar proyeksi cahaya dari luar ruangan bisa jatuh tepat ke atas media lukisnya. Dengan cara itu, ia dapat menyalin citra yang terproyeksi, menjadi sebuah lukisan. Selain itu, Leonardo Da Vinci juga membuat rancangan kamera obscura berbentuk praktis yang bisa dibawa kemana-mana. Akan tetapi rancangan itu tidak sempat ia realisasikan.




Sumber : https://shotkit.com/when-were-cameras-invented/



2. Tahun 1839 (Penemuan kamera plat logam/kamera foto)

Kamera foto berarti suatu alat yang fungsinya tidak hanya memproyeksikan citra saja, tetapi juga menggambarkan citra tersebut ke atas sebuah media, secara permanen. Kamera foto merupakan hasil pengembangan dari fungsi yang sudah ada pada kamera obscura temuan Al-Hazen. Bila menelusuri sejarah penemuan kamera foto modern, maka kita akan bertemu dengan 4 orang tokoh dari abad ke-19 yang telah berjasa menunjukkan jalan menuju dunia fotografi modern.

Orang yang pertama adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis, Joseph Nicéphore Niépce. Di tahun 1820an ia melakukan eksperimen dengan kamera obscura. Niépce menyisipkan sebuah media ke dalam kamera obscura, agar citra yang terproyeksikan bisa terekam dalam media itu.




View from the Window at Le Gras, foto yang paling pertama kali dibuat.

Media yang digunakannya adalah sebuah lempengan timah yang diolesi minyak khusus. Lempengan timah ini disimpan di dalam kamera obscura dan terpapar selama 8 jam oleh sinar matahari yang cerah. Citra yang terproyeksi dan terekam pada lempengan timah itulah, yang merupakan foto tercetak pertama yang berhasil dibuat dalam sejarah umat manusia. Foto itu diberi judul “View from the Window at Le Gras”, dibuat pada tahun 1826. Tahun 1826, Joseph Nicéphore Niépce berkolaborasi dengan seorang seniman dan ahli kimia Perancis bernama Louis JM Daguerre. Niépce meninggal dunia pada tahun 1833. Tapi setelah itu Daguerre terus menyempurnakan eksperimen Niépce. Ia menemukan cara agar gambar yang dihasilkan bisa terekam dengan lebih baik.





Boulevard du Temple (1838/1839), foto pertama yang menampilkan citra manusia. Dibuat oleh Louis JM Daguerre. Daguerre kemudian menggunakan media berupa lempengan berlapis perak. Sebelum lempengan itu dipapari cahaya, pertama-tama ia mengasapinya dengan uap dari zat yodium, agar lebih sensitif terhadap paparan cahaya. Setelah dipapari cahaya selama 10 menit melalui kamera obscura, lempengan berlapis perak tersebut diangkat dan diasapi lagi oleh uap dari zat merkuri serta dicelupkan dalam larutan garam. Akhirnya muncullah gambar yang kualitasnya lebih baik daripada foto yang dihasilkan selama 8 jam melalui eksperimen Niépce. Gambar yang diambil Daguerre ini dibuat pada sekitar akhir tahun 1838 atau awal tahun 1839. Diberi judul“Boulevard du Temple” dan merupakan foto pertama yang menampilkan citra manusia di dalamnya.

Proses dan perangkat yang dipergunakan Louis JM Daguerre untuk membuat foto, kemudian dipatenkan dan diberi nama Daguerreotype‟. Daguerreotype menjadi populer dan sering dipergunakan untuk mengambil gambar dari tokoh-tokoh terkenal. Sehingga alat ini bisa disebut sebagai kamera foto pertama yang digunakan di masyarakat.


3.1888/Awal Abad 20 (Penggunaan Film)

Tahun 1888, seorang berkebangsaan Amerika Serikat bernama George Eastman,

memperkenalkan kamera yang dijual dengan harga terjangkau dan bernama “Kodak”. Kamera Kodak yang pertama ini sudah terisi dengan sebuah rollfilm hitam putih yang mampu untuk merekam 100 foto.

Perkembangan awal dari film adalah lempengan timah/logam yang dipergunakan oleh Niépce, Daguerre, dan Talbot untuk merekam gambar yang dihasilkan dari alat mereka masing-masing. Akan tetapi lempengan yang telah dilapisi oleh berbagai macam zat kimia itu, tidaklah bisa disebut sebagai film karena gambar yang dibuat, tercetak pada lempengan itu juga. Sedangkan definisi film adalah media yang menyimpan gambar negatif, untuk kemudian diproses agar bisa tercetak pada media lain.

Adapun film seperti yang kita kenal sekarang ini, ditemukan oleh George Eastman, pendiri dari perusahaan Kodak, pada tahun 1884. Film jenis pertama ini berupa kertas yang diolesi dengan jel khusus yang kering. Baru pada tahun 1889, Eastman berinovasi dengan membuat film berbahan plastik transparan. Film ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, yaitu plastik khusus yang dicampur dengan nitrat dan kapur barus.


'Film' yang umum digunakan

 

 Kamera kodak pertama

Pengembangan pun terus dilakukan, film yang lebih modern dan biasa kita gunakan terdiri 3 hingga 20 lapisan, dan merupakan campuran dari berbagai bahan kimia. Adapun unsur-unsur yang terdapat pada film itu akan menentukan sensitifitas, kontras, resolusi dan efek-efek lain pada foto yang dibuat.

Menjelang akhir abad 20, muncul „film‟ jenis baru.Film baru itu adalah film elektronik (media penyimpanan data) yang digunakan pada kamera digital. Karena lebih murah dan bisa digunakan berulang-ulang, kini orang lebih memilih untuk memanfaatkan fotografi digital dan film elektronik tadi. Hasilnya pun bisa menyamai bahkan melebihi kualitas dari foto yang dihasilkan film konvensional.


4. Fotografi Digital

Fotografi digital merupakan salah satu inovasi terbaik dalam dunia fotografi. Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk dikuasai. Fotografi digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan kemudahan bagi setiap orang untuk membuat sebuah foto yang bagus. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, dan beragam fitur untuk membuat foto yang baik, muncul sebuah ungkapan bahwa “setiap orang bisa menjadi fotografer profesional”.

Bila ditelusuri dari sejarahnya, maka kita akan kembali ke tahun 1960an. Di mana dunia sedang mengalami revolusi besar-besaran di bidang teknologi. Eugene F. Lally, seorang teknisi dari Jet Propulsion Laboratory adalah orang pertama yang mencetuskan ide untuk mendigitalisasi sebuah foto. Saat itu tujuannya adalah untuk mempermudah pengiriman foto secara langsung dari misi-misi luar angkasa Amerika Serikat.

Pada tahun 1970an, dunia jurnalistik turut mempengaruhi kemunculan kamera digital. Saat itu, terdapat sebuah tuntutan untuk menghadirkan foto dari suatu peristiwa yang terjadi, secepat mungkin. Maka digunakanlah media pemindai foto (scanner). Sebuah foto dipindai menjadi data elektronik, kemudian dikirimkan melalui jalur telepon. Akan tetapi, cara ini juga masih dianggap merepotkan, karena terjadi penurunan kualitas gambar yang cukup signifikan dan proses pengiriman foto pun masih memerlukan waktu yang relatif lama.


Kamera Digital Model Pertama


Untuk menjawab persoalan ini, diperlukan suatu kamera yang bisa secara langsung menciptakan foto yang berupa data elektronik. barulah pada bulan Desember tahun 1975, seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson, menjadi orang pertama yang menemukan Kamera Digital. Kamera yang dibuatnya, menggunakan sensor CCD sebagai media penerimaan gambar dan hanya mampu menghasilkan foto hitam putih dengan resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240 pixel). Media penyimpanannya adalah sebuah kaset tape, sedangkan untuk melihat hasil gambar, kamera ini harus disambungkan terlebih dahulu dengan sebuah televisi. Kamera ini mempunyai bobot seberat 3,6 kg dan membutuhkan waktu tak kurang dari 23 detik untuk memproses satu buah foto.

Walaupun kamera digital model pertama ini masih belum praktis dan belum sepenuhnya menjawab persoalan-persoalan yang terjadi, tapi alat ini telah menjadi awal mula dari kemudahan dan kepraktisan teknologi fotografi digital yang kita nikmati sekarang ini. Setelah penemuan dari kamera digital model pertama, kamera-kamera digital selanjutnya terus bermunculan dengan perbaikan perbaikan dari model sebelumnya, dengan berbagai fitur serta kemampuan yang baru.



TUGAS INDIVIDU
Jelajah Sejarah Fotografi (Membuat Infografis Garis Waktu)
Tujuan:
Siswa dapat memahami perkembangan sejarah fotografi dari masa ke masa secara kronologis dan visual.
Petunjuk Kegiatan:
A. Buatlah sebuah infografis garis waktu (timeline) tentang sejarah perkembangan fotografi, mulai dari:
a. Kamera Obscura (336 SM)
b. Penemuan Kamera Foto (1839)
c. Penggunaan Film oleh Kodak (1888)
d. Fotografi Digital (1975–sekarang)

B. Tuliskan nama tokoh, tahun penemuan, dan teknologi kunci yang dikembangkan.
C. Gunakan aplikasi desain grafis sederhana seperti Canva, Google Slides, atau PowerPoint.
D. Tambahkan ilustrasi atau gambar pendukung (boleh hasil unduhan bebas hak cipta atau gambar buatan sendiri).

Catatan:
 Infografis dalam bentuk digital (PDF/JPG) atau cetak ukuran A4.